INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan umat Kristiani di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, tetap dapat melaksanakan rangkaian ibadah Paskah 2026 pascagempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (2/4/2026).
Hal itu disampaikannya saat melihat langsung kondisi Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor, Kabupaten Minahasa, pada Jumat (3/4/2026). Gereja tersebut menjadi titik ketiga dalam rangkaian peninjauan lokasi bencana yang dilakukannya.
“Masyarakat silakan melaksanakan ibadah dengan tenang,” kata Suharyanto di Minahasa, Jumat (3/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kesigapan warga dan pihak gereja yang melakukan pembersihan secara mandiri. Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik berlebihan, meski terjadi lebih dari 400 gempa susulan.
“BMKG sudah memberikan informasi kepada Bapak Pastor bahwa per siang ini sudah lebih 400 kali gempa susulan. Namun, BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa yang skalanya lebih besar dari gempa utama yang 7,6 Magnitudo tadi,” ucap Suharyanto.
Mengingat momen ini bertepatan dengan rangkaian Pekan Suci (Jumat Agung hingga Paskah), maka kerusakan minor pada bagian atas gereja akan segera ditangani.
Terkait skema perbaikan, BNPB kini tengah menunggu koordinasi teknis mengenai penetapan status kedaruratan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai dasar administrasi penyaluran bantuan pusat.
“Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo ini akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” ucap Suharyanto. (dan)









