INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, ratusan orang terdampak akibat bencana gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, data korban meninggal dunia belum bertambah hingga Jumat (3/4/2026). Satu orang ditemukan tak bernyawa di antara puing-puing Gedung KONI, Lapangan Sario, Kota Manado.
“Dampak gempa di Sulawesi Utara, terdapat satu korban meninggal dunia di Kota Manado dan satu korban luka ringan di Kabupaten Minahasa,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Wilayah paling banyak korban terdampak berada di Kota Ternate, terdapat seratusan lebih kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan berat.
“Sementara di Maluku Utara, tercatat 134 KK terdampak di Kota Ternate, tujuh KK di Halmahera Tengah, lima KK di Halmahera Barat, dan dua KK di Halmahera Selatan,” jelas Abdul Muhari.
Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan. Di sisi lain, dampak kerusakan tersebar di beberapa titik di kedua provinsi tersebut. Kaji cepat sementara mencatat di Sulawesi Utara terdapat satu unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado.
Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, satu kantor pemerintahan, dua fasilitas ibadah, dan satu akses jalan terdampak. Lebih lanjut, di Provinsi Maluku Utara dilaporkan di Kota Ternate terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak.
Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, lima fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum terdampak. Di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat dua rumah rusak sedang dan satu fasilitas pendidikan serta satu jembatan terdampak.
Sedangkan di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat dua rumah rusak berat dan lima rumah rusak sedang. Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat lima rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. (dan)









