INDOPOSCO.ID – Ratusan gempa susulan dilaporkan mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) usai gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan, meski jumlahnya banyak, kekuatan gempa susulan saat ini terus menunjukkan tren penurunan.
“Bapak Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan ada 401 kali gempa susulan, namun tidak ada yang kekuatannya melebihi gempa awal. Trennya menurun,” kata Suharyanto di Kota Manado, Jumat (3/4/2026).
Pemantauan akan tetap dilakukan selama beberapa hari mendatang sembari menunggu keterangan dari BMKG terkait aktivitas energi gempa itu.
“Kita akan pantau terus hingga satu minggu ke depan sampai ada rilis resmi dari BMKG mengenai aktivitas energi gempa ini,” ujar Suharyanto.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah hadir sejak Kamis (2/4/2026) malam untuk mendampingi pemerintah daerah, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
Keterpaduan unsur TNI-Polri dan jajaran pemerintah daerah diapresiasi, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam merespons bencana tersebut.
“Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami langsung memastikan kondisi di lapangan. Tadi malam begitu sampai, kami melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur TNI-Polri dan Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Utara,” jelas Suharyanto.
“Penanganan awal sudah dilakukan dengan sangat baik dan terpadu,” ujar Suharyanto di sela-sela peninjauan,” tambahnya.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 dengan kedalaman 33 km itu berpusat di laut, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Guncangan sempat dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Maluku Utara. (dan)










