INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Teheran dengan memperingatkan bahwa kekuatan militer mereka baru merupakan tahap awal dari potensi penghancuran total infrastruktur Iran.
“Militer kami, yang terbesar dan paling kuat (jauh lebih kuat!) di mana pun di dunia, belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan berikutnya, lalu Pembangkit Listrik!” kata Trump melalui unggahan di Truth Social @realDonaldTrump, Jumat (3/4/2026).
Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan jembatan B1 di Karaj, Iran pada Kamis (2/4/2026). Jembatan B1 merupakan jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan tinggi sekitar 136 meter.
Ia memaksa Pemerintah Iran untuk segera bertindak sebelum klaim ‘penghancuran’ miliknya berubah jadi kenyataan. “Pimpinan Rezim Baru tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, Segera,” celetuk Trump.
Menteri Luar Negeri Iran Abas Araghci menegaskan, bahwa serangan terhadap fasilitas publik tidak akan pernah berhasil menjadi alat penekan untuk memaksa bangsa tersebut bertekuk lutut
“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah,” tulis Araghchi terpisah melalui platform X miliknya.
Menurutnya, ancaman tersebut justru menjadi bukti nyata betapa musuhnya sedang mengalami degradasi moral dan kebingungan yang luar biasa di tengah kekacauan internalnya sendiri.
“Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau,” kritik Araghchi.
Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berlangsung selama satu bulan, menewaskan lebih dari seribuan lebih orang dan melukai puluhan ribu orang lainnya. (dan)









