INDOPOSCO.ID – Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, memastikan situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai kini berangsur kondusif setelah sempat terjadi aksi penyerangan terhadap aparat kepolisian.
“Situasi di Dogiyai saat ini aman dan terkendali. Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan kepada aparat TNI-Polri,” ujar Jermias di Nabire, Rabu (1/4/2026).
Kericuhan bermula dari ditemukannya seorang anggota Polres Dogiyai berinisial JE (24) dalam kondisi meninggal dunia di kawasan pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, pada Selasa (31/3/2026) pagi. Korban diduga mengalami penganiayaan berat, dengan sejumlah luka akibat benda tajam di bagian leher hingga kepala belakang.
Aparat kepolisian yang menerima laporan segera melakukan evakuasi korban ke RSUD Pratama Dogiyai serta meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan.
Namun, situasi justru memanas saat patroli dilakukan di jalur Trans Nabire–Enaro, Kampung Ikamenida. Sejumlah warga diduga melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah petugas.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota polisi berinisial Bripda AR (23) mengalami luka tembak senjata PCP di bagian bahu kiri.
Ketegangan berlanjut pada malam harinya, ketika sekelompok warga kembali melakukan penyerangan terhadap personel dan Markas Polres Dogiyai menggunakan panah dan batu. Akibatnya, satu anggota lainnya berinisial AY (22) terkena panah di bagian bahu belakang.
Meski sempat memanas, aparat gabungan kini telah meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah eskalasi lanjutan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik rangkaian kejadian tersebut.
Kapolda menegaskan hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban dari pihak masyarakat sipil. “Kami terus melakukan langkah pengamanan dan penegakan hukum agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat pentingnya menjaga stabilitas di wilayah Papua Tengah agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (dil)








