INDOPOSCO.ID – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan bahwa persiapan operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan sesuai rencana dan hampir mencapai 100 persen.
Hal tersebut disampaikannya saat pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan terus dimatangkan guna menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” ujar Menhaj dalam keterangan pers, Sabtu (28/3/2026).
Menhaj menekankan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi contoh pelayanan publik yang profesional, bersih, dan bebas dari penyimpangan. Ia menilai peran Jawa Timur sangat strategis karena merupakan provinsi dengan kuota jemaah haji terbesar di Indonesia, sehingga menjadi barometer keberhasilan penyelenggaraan secara nasional.
Dalam aspek pengelolaan keuangan, Menhaj menyoroti besarnya dana haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun. Ia menegaskan bahwa prinsip akuntabilitas menjadi prioritas utama, dengan melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum untuk mengawal prosesnya.
“Kami melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, hingga Kepolisian untuk memastikan tata kelola anggaran berjalan transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Menurutnya, setiap penggunaan dana haji harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan bagi jemaah. Hal ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden RI untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang transparan dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menutup arahannya, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kanwil di Jawa Timur atas kinerja mereka dalam mempersiapkan operasional haji. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergi dan meningkatkan standar pelayanan di semua lini.
“Fokus kita satu: memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” tandasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penguatan koordinasi lintas bidang guna memastikan proses pemberangkatan jemaah dalam waktu dekat dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. (dil)










