INDOPOSCO.ID – Langkah baru dalam peta transisi energi Indonesia kembali bergulir. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui entitas investasinya, PLN EPI Investasi resmi menjalin sinergi strategis dengan PT Young Aviation Indonesia dan PT Berkah Inti Daya untuk menggarap potensi sorgum sebagai sumber biomassa.
Kesepakatan yang ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan energi berbasis tanaman kini masuk fase yang lebih serius dan terstruktur.
Fokus kolaborasi ini tidak hanya pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem biomassa nasional yang mampu menopang program co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Di saat yang sama, pemanfaatan lahan produktif untuk tanaman energi berkelanjutan turut menjadi prioritas utama.
Direktur Utama PLN EPI Investasi, Yongky Permana Ramlan, menilai kerja sama ini membuka cakrawala baru bagi pengembangan energi hijau berbasis biomassa.
“Kami berharap kolaborasi berbagai pihak dalam pemanfaatan sorgum ini dapat meningkatkan kapasitas produksi biomassa nasional sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN,” ujar Yongky dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Lebih jauh, sinergi ini juga mencakup kajian bersama yang komprehensif—mulai dari aspek teknis hingga komersial—guna memastikan proyek berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dari sisi mitra, optimisme juga datang dari hasil uji coba lapangan. Direktur Utama PT Young Aviation Indonesia, Jung Young Geun, mengungkapkan bahwa sorgum menunjukkan performa yang menjanjikan.
“Kami telah membuktikan sorgum memiliki produktivitas tinggi dimana 1 hektar dapat menghasilkan 65 ton biomassa. Jadi, Dengan hasil tersebut, kami optimistis pengembangan sorgum sebagai biomassa dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas,” kata Jung.
Sementara itu, Direktur Utama PT Berkah Inti Daya, Eri Prabowo, melihat inisiatif ini sebagai terobosan yang melampaui batas nasional.
“Kami percaya sorgum dapat menjadi alternatif strategis biomassa. Bahkan, ini berpotensi menjadi game changer dalam pengembangan biomassa untuk co-firing batubara,” jelas Eri.
Di balik ambisi tersebut, aspek perencanaan menjadi kunci. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan pentingnya percepatan penyusunan business plan agar proyek ini tidak hanya visioner, tetapi juga layak secara ekonomi dan siap diimplementasikan dalam skala besar.
Ia juga menyampaikan bahwa program ini mendapatkan dukungan kuat dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Koperasi.
“Dengan dukungan ekosistem yang kuat dan kolaborasi multipihak, kami optimistis pengembangan sorgum dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat bauran energi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tutur Hokkop.
Lebih dari sekadar proyek energi, pengembangan sorgum kini dipandang sebagai simbol arah baru: menuju kemandirian energi, pemanfaatan sumber daya lokal, dan masa depan transisi energi Indonesia yang lebih kokoh. (her)









