INDOPOSCO.ID – Upaya menguak potensi energi di perut bumi kembali membuahkan hasil. PT Pertamina EP (PEP) Adera Field berhasil menemukan sumur baru, ABB-145, di Struktur Abab yang langsung menunjukkan performa menjanjikan sejak uji awal.
Dalam pengujian alir perdana yang dilakukan pada 1 Maret 2026, sumur ini mampu menghasilkan minyak hingga 505 barel per hari (BOPD), disertai aliran gas sebesar 5,096 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka tersebut menjadi sinyal kuat adanya potensi signifikan yang tersimpan di area tersebut.
Seiring aliran yang mulai stabil, tim melanjutkan pengujian melalui multi rate test (MRT). Hasilnya, laju produksi stabil diperkirakan berada di kisaran 129 BOPD untuk minyak dan 1,8 MMSCFD untuk gas saat sumur beroperasi optimal.
“Penemuan sumur ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan tim menghadirkan inovasi dalam kegiatan eksploitasi pengembagan. Keselamatan kerja tetap menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan agar kontribusi yang diberikan optimal mendukung ketahanan energi nasional,” kata General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Sumur ABB-145 sendiri merupakan bagian dari program pengeboran tahun 2026 sebagai sumur pengembangan (infill well). Proses pengeboran dimulai pada akhir Januari dan rampung beserta tahap komplesi pada akhir Februari 2026 menandai pengerjaan yang relatif cepat dan efisien.
Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, sumur ABB-140 (2023) dan ABB-143 (2025) telah membuka petunjuk adanya potensi stratigrafi di sisi timur laut Struktur Abab. Temuan-temuan tersebut kemudian diperkuat dengan pendekatan teknologi yang lebih mutakhir.
“Salah satu terobosan yang dilakukan dalam penentuan lokasi sumur ABB-145 adalah pemanfaatan data seismik 3D terbaru di Lapangan Abab yg diakuisisi pada tahun 2023. Data ini memberikan gambaran kondisi bawah permukaan yang lebih detail dibandingkan interpretasi sebelumnya yang masih mengandalkan data seismik 2D,” ungkap Djudjuwanto.
Integrasi data seismik dengan informasi sumur-sumur sebelumnya menjadi kunci dalam menentukan titik pengeboran yang tepat. Pendekatan ini memungkinkan tim mengejar kesinambungan reservoir yang telah terbukti produktif.
Senior Manager Subsurface Development & Planning PEP Zona 4, Reza Nur Ardianto menilai temuan ini menjadi bukti bahwa peluang migas baru masih terbuka lebar jika didukung analisis yang terintegrasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat.
“Kami akan terus melakukan kajian agar potensi ini dapat dikembangkan secara optimal serta melakukan identifikasi potensi peluang lainnya di sekitar struktur Abab sbg upaya dlm memberikan kontribusi bagi penguatan ketahanan energi nasional,” tutur Reza.
Dengan capaian ini, ABB-145 bukan sekadar sumur baru, tetapi juga representasi strategi eksplorasi modern yang memadukan data, teknologi, dan pengalaman membuka peluang baru bagi ketahanan energi Indonesia. (her)









