• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 17 Maret 2026 - 13:33
in Headline
Andrie-Yunus

Aktivis KontraS, Andrie Yunus. Foto: Instagram/@kontras_update

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus dinilai sebagai bagian dari kemunduran lebih luas dalam praktik demokrasi di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menjelaskan bahwa tahun 2025 adalah sebagai periode terburuk bagi hak asasi manusia (HAM) sejak era reformasi.

BacaJuga:

Bapanas Sebut Kenaikan Harga Kedelai Akibat Situasi Global Masih Wajar

Polisi Bongkar Pabrik Narkoba di Semarang, Oknum Bharaka Terlibat

PBB Serukan Gencatan Senjata Solid dan Kelanjutan Dialog AS-Iran

“Kami menyimpulkan bahwa tahun 2025 sebagai tahun malapetaka HAM. Angkanya tertinggi, baik penangkapan, penyiksaan, serangan, maupun kriminalisasi,” kata Usman kepada INDOPOSCO di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Penilaian tersebut juga disampaikan bersama tokoh HAM senior Marzuki Darusman di penghujung tahun lalu.

Usman menilai memburuknya situasi HAM tidak lepas dari arah kebijakan politik dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyoroti kecenderungan pelemahan institusi demokrasi yang dimulai sejak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Pelemahan KPK, MK, hingga penggunaan aparat penegak hukum untuk meredam oposisi, itu sudah terjadi sejak pemerintahan Jokowi,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka jalan bagi kecenderungan otoritarianisme di era pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menilai serangan terhadap Andrie Yunus berkaitan dengan kecenderungan politik yang semakin menjauh dari prinsip-prinsip demokrasi.

Ia menyebut, dinamika politik dalam satu dekade terakhir telah membuka ruang bagi menguatnya praktik otoritarianisme. “Jadi, Jokowi seperti memuluskan jalan bagi otoritarianisme Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo,” terang Usman.

Menurutnya, pemerintahan saat ini menunjukkan sejumlah karakter yang kerap ditemukan dalam rezim otoriter.

“Ada ciri-ciri yang dekat dengan pemerintahan otoriter, seperti nasionalisme agresif, patriotisme agresif, dan sumpah setia yang berlebihan, baik kepada negara, kepemimpinan, maupun simbol-simbol kekuasaan,” katanya.

Usman juga menyoroti narasi yang berkembang di kalangan pendukung kekuasaan, yang menurutnya menekankan persatuan tanpa ruang bagi perbedaan pendapat.

“Pendukungnya mengatakan kita harus bersatu, membangun persatuan nasional untuk mendukung kepemimpinan. Ini menjadi problem ketika persatuan dimaknai sebagai pembungkaman kritik,” lanjutnya.

Ia bahkan membandingkan pola tersebut dengan propaganda rezim totaliter di masa lalu, termasuk era Adolf Hitler.

“Ini mengingatkan pada slogan ‘Ein Reich, ein Volk, ein Führer’ (satu negara, satu bangsa, satu pemimpin) yang identik dengan propaganda Nazi. Itu adalah ciri rezim fasis,” tutur Usman.

Dalam artikelnya di Indonesia at Melbourne, Usman menyebut serangan terhadap Andrie Yunus sebagai penanda fase baru dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

“Penyerangan Andrie Yunus adalah tanda atau babak baru Indonesia memasuki fase yang sangat berbahaya. Saya menyebutnya sebagai indikasi awal menuju fasisme,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa perlindungan terhadap kebebasan sipil dan ruang kritik, Indonesia berisiko mengalami kemunduran demokrasi yang semakin dalam.

Di tengah situasi tersebut, kasus Andrie Yunus menjadi simbol peringatan bahwa ancaman terhadap aktivis tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berpotensi menjadi bagian dari pola yang lebih sistematis. (her)

Tags: air kerasAktivisAktivis KontraSAmnesty International IndonesiaAndrie YunusdemokrasiKontraSUsman Hamid

Berita Terkait.

Bapanas Sebut Kenaikan Harga Kedelai Akibat Situasi Global Masih Wajar
Headline

Bapanas Sebut Kenaikan Harga Kedelai Akibat Situasi Global Masih Wajar

Rabu, 15 April 2026 - 09:02
Pabrik-Narkoba
Headline

Polisi Bongkar Pabrik Narkoba di Semarang, Oknum Bharaka Terlibat

Selasa, 14 April 2026 - 16:26
geuterrses
Headline

PBB Serukan Gencatan Senjata Solid dan Kelanjutan Dialog AS-Iran

Selasa, 14 April 2026 - 12:02
wo
Headline

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Bahas Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak

Selasa, 14 April 2026 - 08:33
Prabowo
Headline

Prabowo Tiba di Moskow, Siap Bertemu Putin Lagi

Senin, 13 April 2026 - 15:17
Uang
Headline

Pemerintah Amankan Kawasan Hutan dan Terima Penyelamatan Keuangan Negara Rp11,4 Triliun

Minggu, 12 April 2026 - 13:46

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2512 shares
    Share 1005 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.