INDOPOSCO.ID – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik keras terhadap Israel yang ia sebut sebagai pihak yang terus melakukan serangan brutal terhadap fasilitas sipil di kawasan Timur Tengah. Erdogan menuding tindakan tersebut menyerupai pola serangan yang sebelumnya terjadi di Jalur Gaza.
Dalam pidatonya saat acara buka puasa bersama untuk memperingati Hari Kedokteran pada 14 Maret di Fakultas Kedokteran Universitas Istanbul, Sabtu (14/3/2026), Erdogan menilai Israel terus menyerang sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon.
“Tindakan itu sebagai bagian dari jaringan yang “haus darah”,” kata Erdogan melansir Anadolu, Senin (16/3/2026).
Menurut Erdogan, serangan terhadap fasilitas sipil tersebut mencerminkan pola yang sama seperti yang terjadi di Gaza, di mana banyak warga sipil menjadi korban.
Ia menegaskan, Turki memilih berada di pihak yang mengutamakan akal sehat dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Erdogan menyatakan, bahwa di tengah ketegangan yang makin memanas di kawasan, Turki berupaya berada di garis depan dalam membela nilai kemanusiaan serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog.
Dalam pidatonya, ia juga menyinggung besarnya dampak kemanusiaan akibat konflik yang terus berlangsung. Erdogan menggambarkan situasi memilukan ketika banyak warga sipil, termasuk bayi di inkubator dan anak-anak sekolah, menjadi korban serangan bom.
“Selama perang di Gaza, hampir 1.700 tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat, dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel,” bebernya.
Diketahui, ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat sejak operasi militer gabungan yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Salah satu peristiwa paling tragis disebut terjadi saat serangan menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Iran yang menewaskan lebih dari 150 anak.
Sebagai balasan, pemerintah di Teheran kemudian meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta beberapa negara di kawasan yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat.
Erdogan menegaskan, kebijakan luar negeri Turki tidak didorong semata oleh kepentingan geopolitik atau ekonomi. Menurutnya, Ankara memandang konflik tersebut dari perspektif kemanusiaan dan keadilan.
Ia menutup pidatonya dengan mengutip ayat dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. “Prinsip pemerintahan kami bahwa kesejahteraan rakyat menjadi dasar bagi keberlangsungan sebuah negara,” ucapnya. (nas)










