• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Geopolitik Timur Tengah Memanas, DPR Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Energi bagi Indonesia

Dilianto - Editor Dilianto -
Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:04
in Ekonomi
Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir. Foto: dok DPR RI

Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir. Foto: dok DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi membawa dampak langsung terhadap kondisi ekonomi Indonesia, khususnya pada sektor energi. Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi kenaikan harga minyak global yang dapat memengaruhi stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat.

Menurut Jalal, dinamika politik di kawasan Teluk tidak bisa dipandang sebagai isu yang jauh dari kepentingan nasional. Pasalnya, Indonesia masih memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap impor energi.

BacaJuga:

Generasi Muda Jadi Kunci, Ini Peta Jalan Indonesia Emas Versi Wamenkeu

Kebijakan Restitusi Pajak di Ujung Tinjauan, Dunia Usaha Minta Kepastian

BTN JAKIM 2026 Bidik Perputaran Ekonomi Rp200 Miliar, Jakarta Kian Moncer

“Situasi geopolitik di Timur Tengah tidak boleh dipandang sebagai isu yang jauh dari kepentingan Indonesia. Dampaknya dapat langsung dirasakan pada sektor energi dan ekonomi nasional,” ujar Jalal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, konsumsi minyak nasional saat ini berada pada kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi domestik hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Kondisi tersebut membuat lebih dari 60 persen kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk minyak mentah maupun bahan bakar minyak (BBM) jadi.

Ketergantungan ini membuat Indonesia sangat sensitif terhadap gejolak harga energi global. Salah satu faktor yang kerap menjadi perhatian dunia adalah potensi gangguan distribusi minyak di jalur perdagangan internasional, khususnya di Selat Hormuz.

“Sekitar 20 hingga 30 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Apabila terjadi gangguan distribusi di kawasan tersebut, harga minyak global hampir pasti terdorong naik,” jelas politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Kenaikan harga minyak dunia, lanjutnya, berpotensi memberikan tekanan terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam kondisi tertentu, kenaikan harga minyak sebesar USD10 per barel dapat meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi hingga triliunan rupiah.

Selain itu, dinamika global juga dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan. Sentimen negatif dari pasar global kerap mendorong arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam situasi tersebut, Jalal menilai koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas inflasi serta ketahanan ekonomi nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga energi biasanya memicu efek berantai terhadap berbagai sektor lain. Biaya logistik, harga pangan, tarif transportasi, hingga biaya produksi industri berpotensi meningkat apabila volatilitas harga energi tidak dapat diantisipasi dengan baik.

“Jika tekanan energi tidak diantisipasi secara matang, daya beli masyarakat bisa ikut tergerus. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan sejak awal,” tegasnya.

Di sisi lain, Jalal menilai dinamika global tersebut juga dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional. Ia mendorong pemerintah mempercepat peningkatan lifting migas, memperkuat cadangan energi strategis, serta memperluas pengembangan energi baru terbarukan.

Selain itu, perbaikan tata kelola subsidi energi juga dinilai penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional. Dengan langkah strategis dan berbasis data, Indonesia dapat memperkuat kedaulatan energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi,” pungkasnya. (dil)

Tags: DPR RIKonflik AS-IranTimur Tengah

Berita Terkait.

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Ekonomi

Generasi Muda Jadi Kunci, Ini Peta Jalan Indonesia Emas Versi Wamenkeu

Rabu, 15 April 2026 - 05:42
Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Ekonomi

Kebijakan Restitusi Pajak di Ujung Tinjauan, Dunia Usaha Minta Kepastian

Rabu, 15 April 2026 - 04:29
BTN JAKIM 2026 Bidik Perputaran Ekonomi Rp200 Miliar, Jakarta Kian Moncer
Ekonomi

BTN JAKIM 2026 Bidik Perputaran Ekonomi Rp200 Miliar, Jakarta Kian Moncer

Selasa, 14 April 2026 - 22:01
Bank Jakarta Bersinar di TOP BUMD Awards 2026, Raih Bintang 5 hingga CEO Terbaik
Ekonomi

Bank Jakarta Bersinar di TOP BUMD Awards 2026, Raih Bintang 5 hingga CEO Terbaik

Selasa, 14 April 2026 - 21:33
Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal Melalui KDKMP
Ekonomi

Harga Pangan Kian Terkendali, Strategi GPM Kunci Stabilitas Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 21:15
Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal Melalui KDKMP
Ekonomi

Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal Melalui KDKMP

Selasa, 14 April 2026 - 21:05

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2512 shares
    Share 1005 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.