INDOPOSCO.ID – Upaya memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri terus didorong melalui kolaborasi strategis. United Tractors (UT) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk memperkuat pendidikan vokasi serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia.
Kerja sama ini juga mencakup pengembangan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus, sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kelompok peserta didik dengan kebutuhan beragam.
Penandatanganan PKS berlangsung di Jakarta, belum lama ini, dalam seremoni yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikdasmen. Pihak pemerintah diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Muhammad Hasbi. Sementara dari pihak UT diwakili Corporate Social Responsibility, Himawan Sutanto. Acara tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat.
Himawan Sutanto menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen UT dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen UT dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, UT berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, UT akan berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perubahan teknologi serta dinamika industri ke depan.
Kerja sama ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sekaligus memperkuat konsep link and match antara sekolah vokasi dan sektor industri.
Dengan dukungan dunia usaha, pemerintah berharap lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan kerja yang tinggi, sehingga mampu mendorong daya saing nasional di tengah persaingan global.
Kolaborasi ini menegaskan peran aktif sektor swasta dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam menciptakan generasi produktif yang siap mengisi kebutuhan industri masa depan. (srv)










