• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Dukung Pertumbuhan Industri Perfilman Nasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 8 Maret 2026 - 06:21
in Nasional
https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/03/07/1000001709.jpg

https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/03/07/1000001709.jpg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendukung pertumbuhan industri perfilman nasional dengan menghadiri pemutaran film keluarga berjudul Antara Mama, Cinta, dan Surga di Jakarta.

Lamhot mengatakan film-film dengan muatan nilai keluarga dan spiritualitas seperti ini penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia. Karya sinema yang kuat dari sisi cerita sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik luas.

BacaJuga:

Peringatan Hari Anak Nasional, KPAI Soroti Bahaya Candu Digital

HAN 2026, 88 Juta Anak Indonesia Dinilai Terancam Bullying Digital hingga Produk Adiktif

Menjemput Lulusan SD Tidak Masuk SMP di Karangasem Berbekal Hypnoparenting

“Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium pendidikan budaya dan moral,” kata Lamhot dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Perfilman Komisi VII DPR RI itu menilai industri perfilman nasional saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Dukungan kebijakan yang tepat dapat memperkuat ekosistem kreatif dari hulu hingga hilir.

“Kita membutuhkan lebih banyak karya film yang mampu menyampaikan pesan kehidupan dengan cara yang menyentuh dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebut, Komisi VII DPR RI memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri kreatif, termasuk perfilman. Hal ini juga berkaitan dengan kemitraan kerja DPR dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang bertugas memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.

Ia menyebutkan film yang mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam Nusantara memiliki nilai lebih bagi Indonesia. Selain memperkuat identitas budaya, film juga dapat menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif.

Menurut dia, banyak contoh di berbagai negara di mana sebuah film mampu mendorong lonjakan kunjungan wisata ke lokasi yang menjadi latar cerita. Hal serupa diyakini bisa terjadi di Indonesia apabila sineas semakin banyak mengangkat potensi lokal dalam karya mereka.

“Ketika film menampilkan lanskap alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal secara menarik, itu bisa memicu rasa ingin tahu publik untuk datang langsung ke daerah tersebut,” paparnya.

Dampak ekonomi dari fenomena tersebut, lanjut Lamhot, tidak berhenti pada sektor pariwisata semata. Kehadiran wisatawan juga akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga layanan wisata lokal berpotensi ikut tumbuh. Dalam jangka panjang, efek berganda dari industri film ini dinilai mampu memperkuat ekonomi daerah.

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap perfilman nasional harus dilakukan secara komprehensif. Selain kebijakan pemerintah, diperlukan pula kolaborasi antara sineas, pelaku industri, investor, serta masyarakat sebagai penonton.

Menurutnya, peningkatan kualitas produksi film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir patut diapresiasi. Banyak sineas muda mulai berani mengeksplorasi tema-tema sosial, budaya, hingga spiritualitas dengan pendekatan sinematik yang lebih matang.

Film Antara Mama, Cinta, dan Surga sendiri dipandang Lamhot sebagai salah satu contoh karya yang menempatkan nilai keluarga sebagai inti cerita. Tema tersebut dinilai dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi hubungan keluarga dan penghormatan kepada orang tua.

Lamhot berharap film-film dengan pendekatan cerita yang kuat seperti ini dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan publik. Keberhasilan film nasional, kata dia, pada akhirnya juga ditentukan oleh antusiasme masyarakat untuk menontonnya di bioskop.

“Industri film adalah bagian penting dari ekonomi kreatif kita. Jika didukung bersama, bukan hanya sineas yang berkembang, tetapi juga ekonomi daerah dan identitas budaya Indonesia ikut terangkat,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin bangga terhadap karya-karya film nasional dan menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kreatif Indonesia. (bro)

 

Tags: Antara Mama Cinta dan SurgaIndustri Perfilman NasionalLamhot Sinaga

Berita Terkait.

Game
Nasional

Peringatan Hari Anak Nasional, KPAI Soroti Bahaya Candu Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:48
Siswa
Nasional

HAN 2026, 88 Juta Anak Indonesia Dinilai Terancam Bullying Digital hingga Produk Adiktif

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27
I-dewa-Gede
Nasional

Menjemput Lulusan SD Tidak Masuk SMP di Karangasem Berbekal Hypnoparenting

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:44
BRIN Kembangkan Katalis Baru, Produksi Bioavtur dari Biomassa Makin Efisien
Nasional

BRIN Kembangkan Katalis Baru, Produksi Bioavtur dari Biomassa Makin Efisien

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:03
Izin
Nasional

Bea Cukai Terbitkan Izin Toko Bebas Bea untuk PT Eco Prima

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:42
Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perkuat Pendidikan Inklusif
Nasional

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian Ekraf Berkomitmen Ciptakan Ruang Kreatif Aman dan Ramah Anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:02

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3192 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    998 shares
    Share 399 Tweet 250
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2802 shares
    Share 1121 Tweet 701
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.