INDOPOSCO.ID – Ada dua momentum yang bertabrakan di waktu yang sama. Perang Teluk yang mempengaruhi lalu lintas perdagangan dan supply minyak dunia dan inflasi menjelang Lebaran 2026.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin dalam keterangan, Sabtu (7/3/2026). Ia mengingatkan, akan ada pergerakan sekitar 144 juta orang atau 50 persen dari total penduduk Indonesia ke kampung halamannya saat lebaran.
“Kami mengingatkan pemerintah agar memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026,” ungkapnya.
Ia melihat ada kegelisahan pada warga terkait potensi kenaikan harga barang dan jasa dalam minggu-minggu mendekati mudik Lebaran. Jika harga minyak bumi naik, bahan bakar naik, transportasi naik, akan berdampak pada biaya logistik naik.
“Jika LPG langka, ini dampaknya lebih langsung ke masyarakat dan UMKM, karena menyangkut kebutuhan dasar, makan,” katanya.
Ia menuturkan, saat ini masyarakat sudah semakin melek informasi dan semakin mudah mengakses media. Dan, banyak konten berseliweran tentang krisis akibat perang teluk.
“Karena itu, pemerintah harus detail dan serius, memitigasi ancaman tersebut,” ungkapnya.
“Dengan pergerakan masyarakat yang begitu besar, kebutuhan BBM untuk transportasi dan LPG untuk rumah tangga pasti ikut meningkat. Karena itu pemerintah harus memastikan pasokan energi benar-benar aman menjelang Lebaran,” sambung Sultan.
Ia menambahkan, mobilitas masyarakat dalam skala besar selama mudik, adalah peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Ia menyebut arus mudik sebagai “mesin ekonomi raksasa” yang mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal karena jutaan orang kembali ke daerah asal mereka.
“Kami mengajak pemerintah daerah, pelaku UMKM, industri pariwisata, serta sektor ekonomi kreatif untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan mempromosikan berbagai keunggulan daerah,” katanya. (nas)




















