INDOPOSCO.ID – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang dihadiri pengurus dari berbagai daerah serta perwakilan internasional. Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi organisasi sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengatakan Rakernas tahun ini menghadirkan seluruh perwakilan pengurus dari berbagai wilayah di Indonesia serta delegasi dari sejumlah negara.
“Agenda hari ini kita melaksanakan Rapat Kerja Nasional di tahun ini yang mana seluruh pengurus perwakilan hadir di sini. Insya Allah ini menjadi agenda yang sangat positif dan penuh value,” ujar Kawendra ditemui INDOPOSCO usai Rakernas GEKRAFS 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Rakernas tidak hanya menjadi forum evaluasi organisasi, tetapi juga momentum untuk memberikan tugas dan arahan strategis kepada pengurus di berbagai wilayah agar program yang dijalankan semakin berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran perwakilan dari seluruh daerah menunjukkan semakin luasnya jaringan organisasi tersebut.
“Yang jelas dari 38 provinsi ada perwakilan, dan ada juga perwakilan dari 12 negara baik yang hadir secara online maupun offline,” katanya.
Dalam Rakernas tersebut, GEKRAFS menegaskan fokus utama pada penguatan organisasi dan peningkatan dampak program ekonomi kreatif di tengah perubahan struktur ekonomi nasional.
Kawendra menilai saat ini Indonesia sedang mengalami pergeseran ekonomi dari sektor ekstraktif menuju ekonomi berbasis kreativitas.
“Kami berharap melalui agenda strategis ini, GEKRAFS dapat semakin solid dan harmonis dalam menjalankan organisasi, sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Momentum ini juga penting karena Indonesia saat ini tengah mengalami pergeseran dari ekonomi yang bertumpu pada sektor ekstraktif menuju ekonomi kreatif,” jelasnya.
Untuk membantu pelaku ekonomi kreatif menghadapi berbagai tantangan, GEKRAFS terus mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai langkah konkret yang dilakukan organisasi tersebut.
“Menjalin kolaborasi yang lebih optimal karena berbagai kerja sama sudah kita lakukan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, GEKRAFS telah membangun berbagai jalur kerja sama atau pipeline dengan pemerintah, sektor swasta, hingga mitra internasional guna membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
“Tentu kita sudah bangun banyak kerja sama, bukan hanya dengan pemerintah dan sektor swasta di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Itu bisa menjadi jembatan untuk para pejuang ekraf di Indonesia agar karya dan jasanya bisa dimanfaatkan oleh berbagai pasar yang potensial,” tutur Kawendra.
Saat ini, GEKRAFS telah memiliki perwakilan di 12 negara dan berencana memperluas jaringan internasional tersebut pada tahun ini. “Kita sekarang sudah 12 negara perwakilan, dan tahun ini ada beberapa negara lagi yang akan kita kukuhkan,” tutur Kawendra.
Menurut Kawendra, ekspansi jaringan internasional tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk menembus pasar global. Namun ia optimistis para pelaku ekonomi kreatif mampu menghadapi berbagai dinamika yang ada selama tetap mengedepankan kreativitas.
“Ini menjadi tantangan yang luar biasa buat pejuang-pejuang ekraf di seluruh Indonesia dan yang ada di berbagai negara. Tapi saya yakin keadaan apa pun itu, selama dasarnya adalah kreativitas, pasti akan ada jalan keluar untuk menghadapi semua tantangan,” tambahnya.
Dengan semakin luasnya kolaborasi dan jaringan internasional yang dibangun, Rakernas GEKRAFS 2026 diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mendorong karya anak bangsa bersaing di pasar global. (her)










