• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Analis Nilai “Politik Berselancar” Prabowo Bisa Selamatkan Ekonomi, tapi..

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 6 Maret 2026 - 13:22
in Nasional
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam sambutannya pada Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026). Foto: Dokumen Setneg

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam sambutannya pada Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026). Foto: Dokumen Setneg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pemerintah Indonesia saat ini tengah menghadapi persoalan serius dalam menyampaikan pesan kepada publik. Menurutnya, berbagai kebijakan dan langkah strategis pemerintah kerap gagal dipahami masyarakat karena komunikasi yang tidak tersampaikan secara utuh.

Situasi tersebut bahkan disebutnya sebagai fase darurat komunikasi publik.

BacaJuga:

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Serukan Transformasi Pendidikan demi Kemajuan Peradaban

Hensa —sapaan akrab Hendri Satrio— menilai kondisi ini terlihat dari banyaknya kesalahpahaman masyarakat terhadap pernyataan pemerintah. Salah satu contohnya adalah pernyataan mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari, namun tidak disertai penjelasan lebih lengkap.

Padahal, menurutnya, ada konteks penting yang tidak disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat.

“Gara-gara darurat komunikasi ini, pesan-pesan dan strategi politik Pak Prabowo tidak tersampaikan dengan baik sehingga rakyat banyak salah paham,” kata Hensa melalui gawai, Jumat (6/3/2026).

Hensa melihat bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan pendekatan politik tertentu yang oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad disebut sebagai “politik berselancar.”

Dalam pandangannya, strategi tersebut bukan sekadar manuver politik biasa, tetapi pendekatan yang sengaja membuka ruang kritik, bahkan hujatan dari masyarakat, demi mencapai tujuan yang lebih besar.

“Saya memahami bahwa politik Pak Prabowo yang berselancar itu membiarkan dirinya dihujat oleh sebagian masyarakat, tapi demi menyelamatkan bangsanya, lebih menyelamatkan rakyatnya,” ujar Hensa, mengutip pemahamannya dari pernyataan Dasco saat peluncuran buku Republik Menggugat karya Syahganda Nainggolan di ITB, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026).

Menurut Hensa, persoalan yang muncul saat ini lebih banyak disebabkan oleh jarak pemahaman antara publik dan maksud sebenarnya dari strategi tersebut. Hal yang terlihat sebagai kelemahan atau kontroversi di permukaan, menurutnya, justru bisa menjadi bagian dari pendekatan politik yang sedang dijalankan pemerintah.

Ia juga menyinggung adanya potensi kerja sama yang dapat berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional, termasuk terkait pasokan BBM.

“Dasco menyampaikan, politik berselancar ini ditengarai bisa memenuhi kebutuhan BBM kita sampai puluhan persen, karena perjanjian dengan Amerika Serikat. Ada 1.080 komoditi yang 0 persen,” kata penulis buku Riah Riuh Komunikasi itu.

Bagi Hensa, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum pemerintah menjelaskan secara utuh arah dan tujuan dari kebijakan tersebut.

“Maka dari itu rakyat harus melihat, bila memang politik berselancar ini berjalan, maka ini mungkin adalah strategi yang terbaik menurut Prabowo yang bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia, menyelamatkan Indonesia sekaligus, apa lagi saat zaman perang seperti saat ini,” jelasnya.

Namun ironisnya, menurut Hensa, strategi yang disebut berpotensi menyelamatkan ekonomi nasional tersebut justru tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat karena lemahnya komunikasi pemerintah.

Akibatnya, pesan strategis yang seharusnya memberikan pemahaman justru memicu kebingungan di tengah publik.

Karena itu, Hensa menilai pemerintah perlu segera memberikan penjelasan yang lebih terbuka dan komprehensif mengenai konsep politik berselancar yang disebut-sebut menjadi pendekatan Presiden Prabowo.

“Sebaiknya kita tunggupenjelasan dari pemerintah tentang politik berselancar Pak Prabowo ini sehingga tidak ada kesalahpahaman dan semuanya bersatu juga guyub demi Indonesia yang lebih baik,” tambah founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu. (her)

Tags: AnalisHendri SatrioHensaPrabowo SubiantoPresiden Prabowo

Berita Terkait.

Irene-Umar
Nasional

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:04
Sudjatmiko
Nasional

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43
Brian
Nasional

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Serukan Transformasi Pendidikan demi Kemajuan Peradaban

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:23
Kemenpar memperkuat standar keamanan destinasi nasional dengan menyiapkan 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk menjalankan Program Keselamatan Wisata 2026. Foto: istimewa
Nasional

Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi Jalankan Program Keselamatan Wisata 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42
KNMP
Nasional

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:12
Ruang-Kelas
Nasional

5 “Dosa” Pendidikan yang Masih Menghantui Indonesia di Hardiknas 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:31

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3226 shares
    Share 1290 Tweet 807
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2562 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1580 shares
    Share 632 Tweet 395
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1226 shares
    Share 490 Tweet 307
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.