INDOPOSCO.ID – Langit Jakarta menjadi saksi satu lagi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital nasional. Di ruang kreatif Ganara Art Gallery, FX Sudirman, pada 24 Februari 2026, ekosistem kecerdasan buatan Indonesia berkumpul dalam ajang Google for AI Indonesia, sebuah inisiatif Google yang mempertemukan startup AI, pelaku industri, hingga pemangku kebijakan untuk mendorong akselerasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di Tanah Air.
Di antara para inovator yang hadir, Volantis Technology tampil dengan pernyataan yang tegas: Indonesia siap menjadi produsen solusi AI, bukan sekadar pasar.
Perusahaan transformasi digital berbasis AI dan data tersebut secara resmi memperkenalkan Sophia AI, sebuah platform produktivitas dan manajemen pengetahuan berbasis cloud yang dirancang untuk menjawab kompleksitas kerja modern. Peluncuran ini bukan sekadar seremoni produk baru, melainkan penegasan visi jangka panjang Volantis dalam membangun fondasi AI yang inklusif, aman, dan relevan bagi organisasi lintas sektor.
Sophia AI hadir sebagai pusat orkestrasi kerja, mengintegrasikan kolaborasi tim, pengelolaan data, hingga pengambilan keputusan dalam satu ekosistem terpadu. Platform ini menawarkan pengelolaan dokumen dengan pencarian berbasis pemahaman konteks, percakapan tim yang mampu menghubungkan informasi secara otomatis, manajemen proyek berbasis AI, hingga asisten riset dan pengambilan keputusan yang bekerja dengan sintesis data real-time.
Sejak diperkenalkan ke publik, Sophia mencatat pertumbuhan yang signifikan. Adopsinya berkembang secara organik, dengan lebih dari 30 persen pengguna berasal dari organisasi yang mengintegrasikannya langsung ke dalam operasional harian mereka. Respons positif juga mengalir dari komunitas teknologi dan pelaku bisnis di Asia Tenggara, menjadi sinyal bahwa kebutuhan akan solusi AI produktivitas yang scalable dan enterprise-ready terus meningkat.
Debut resmi di panggung Google for AI Indonesia menjadi momentum simbolik. Volantis ingin memastikan bahwa akses terhadap AI tidak terbatas pada korporasi besar, melainkan terbuka bagi pelaku usaha kecil, institusi pendidikan, komunitas riset, hingga startup yang tengah bertumbuh.
“Google for AI Indonesia adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen AI, tetapi juga produsen solusi AI yang relevan dan berdampak,” ujar CEO & Founder, Volantis Technology, Habib Rosyad dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
“Peluncuran Sophia AI di momen ini adalah pernyataan bahwa kami serius (dimana) AI harus inklusif, dan setiap orang berhak menggunakan AI untuk membuka potensi terbaik mereka,” tambahnya.
Senada, CTO Volantis Technology, Habib Rosyad menekankan bahwa fondasi keamanan dan tanggung jawab menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi ini.
“Misi kami membangun Sophia AI adalah memastikan Indonesia memiliki platform AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. AI yang baik adalah AI yang memberdayakan semua orang untuk menjadi versi terbaik diri mereka,” ungkapnya.
Keikutsertaan Volantis dalam forum tersebut menjadi awal dari langkah berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen memperluas ekosistem pengguna Sophia AI, memperdalam kolaborasi dengan sektor industri dan akademik, serta mendorong praktik terbaik dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Dengan fondasi yang dirancang aman, scalable, dan mudah diadopsi oleh berbagai skala organisasi, Sophia AI diposisikan sebagai tulang punggung transformasi produktivitas di era otomasi. Ambisi Volantis jelas: membangun AI yang lahir dari Indonesia, bertumbuh di Asia Tenggara, dan siap bersaing di panggung global. (her)










