INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan Timur Tengah segera mengambil langkah darurat guna melindungi ribuan jemaah umrah asal Indonesia.
Desakan ini muncul menyusul eskalasi konflik pascaserangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang berdampak pada penutupan wilayah udara serta tertahannya sejumlah jemaah di berbagai bandara transit internasional.
Pria yang akrab disapa Kiai Maman ini menegaskan, keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) harus menjadi prioritas absolut di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini. Ia menyoroti kondisi jemaah yang nasibnya menggantung akibat terganggunya jalur penerbangan menuju Arab Saudi maupun rute kepulangan ke tanah air.
“Kami sangat prihatin dengan dampak langsung yang dirasakan jemaah umrah Indonesia yang tertahan di sejumlah bandara transit. Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Negara wajib hadir memastikan mereka dalam kondisi aman, mendapatkan logistik yang cukup, serta kepastian informasi,” ujar Maman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Legislator Fraksi PKB tersebut meminta koordinasi lintas sektoral yang intensif antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, pemerintah harus segera menyusun skema mitigasi konkret, mulai dari pengalihan rute penerbangan hingga penyediaan akomodasi sementara bagi jemaah yang telantar di negara transit.
“Kami meminta pemerintah melakukan langkah mitigasi cepat, mulai dari pendataan jemaah terdampak, penyediaan akomodasi, hingga skema pemulangan yang aman jika situasi memungkinkan. Jangan sampai jemaah dibiarkan tanpa kepastian di bandara,” tegasnya.
Selain aspek teknis, Maman juga menekankan pentingnya pusat informasi resmi satu pintu guna mencegah kepanikan keluarga di Indonesia. Ia mengingatkan agar pemerintah aktif memberikan pembaruan berkala sehingga masyarakat tidak terjebak informasi simpang siur atau hoaks di media sosial.
“Pemerintah harus menjadi rujukan utama informasi dalam situasi krisis ini. Jangan sampai keluarga jemaah mendapatkan informasi dari sumber yang tidak valid. Kami juga mengimbau penyelenggara travel umrah untuk aktif berkoordinasi dengan KBRI guna memastikan pendampingan jemaah di lapangan,” tambahnya.
Ia pun mengimbau seluruh jemaah umrah yang terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi otoritas setempat maupun perwakilan RI. Maman memastikan Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal perkembangan situasi hingga seluruh WNI dipastikan berada dalam kondisi aman.
“Kami berharap jemaah umrah tetap tenang dan memprioritaskan keselamatan diri,” pungkasnya. (dil)




















