• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

3 Fase Gejala yang Perlu Diwaspadai Terkena Campak

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 1 Maret 2026 - 07:07
in Gaya Hidup
campak

Ilustrasi campak (ANTARA/freepik.com)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr.dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K) menyampaikan terdapat fase tiga stadium gejala yang harus diwaspadai terkena campak.

Dalam seminar media yang diikuti secara daring dari Jakarta, pada Sabtu (28/2/2026), Prof Anggraini menjelaskan fase tiga stadium gejala campak itu meliputi, stadium prodromal atau awal dimulai dengan demam tinggi disertai gejala khas “3C”, yakni Coryza (pilek), Cough (batuk) dan Conjunctivitis (mata merah).

BacaJuga:

Gelar Technical Meeting Menjelang Turnamen Mini Soccer dalam Rangka Anniversary Hotel Gradhika Pemuda Semarang

Gelar Technical Meeting Menjelang Turnamen Mini Soccer dalam Rangka Anniversary Hotel Gradhika Pemuda Semarang

GAC Perkenalkan AION i60 di Indonesia, Hadirkan Pengalaman Baru Berkendara Mobil Listrik

“Mulai sakit-sakit, demamnya naik tinggi, ada 3C coryza, conjunctivitis, cough yang khas, ini 3 sampai 5 hari. Kalau dokter akan memeriksa ada atau tidak koplik’s spot (bintik-bintik putih muncul pada area mulut) sebelum munculnya yaitu ruam yang khas dari campak,” kata Prof Anggraini.

Setelah fase prodromal (ada batuk pilek dan mata merah ini), ada fase stadium erupsi yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di kulit atau demam ruam menyebar secara bertahap.

“Sebagai first disease karena satu-satunya hanya campaklah yang ruamnya itu biasanya mulai dari kulit dekat rambut. Jadi kita suka periksa di belakang telinga, kemudian dia akan menyebar ke batang tubuh, barulah dia ke lengan, tungkai,” ujar dia.

Kemudian, fase konvalesens terdapat ciri pada ruam akan berubah warna menjadi lebih gelap, serta mengering dan mengelupas dengan tampilan bersisik.

“Khas dari campak pada stadium konvalesen, dia berubah makin mengumpul ruamnya, menggelap, kemudian hilang dengan tampak bersisik,” ujarnya.

Dia mengatakan virus campak menular melalui udara (airborne), bukan melalui sentuhan langsung. Penularan campak terjadi lewat percikan batuk, bersin, bahkan saat seseorang berbicara.

Virus dapat melayang di udara hingga lebih dari dua jam dan menempel pada permukaan maupun debu di sekitar. Selain itu, lingkungan lembap, padat penduduk, dan minim ventilasi dapat meningkatkan penyebaran virus campak.

“Jadi penularan campak itu bukan main. Mirip seperti TBC, bayangkan dari satu itu bisa ke 18,” imbuh dia.

Dijelaskannya, penularan terdapat masa inkubasi virus bisa mencapai tiga minggu, yakni periode ketika virus sudah masuk ke dalam tubuh namun belum menimbulkan tanda-tanda sakit.

Pada fase tersebut, seseorang yang terinfeksi belum menyadari dirinya membawa virus. Gejala biasanya baru muncul setelah paparan, ditandai dengan demam yang diikuti ruam.

“Sampai pada akhirnya ruam muncul 10 harian lebih, barulah anak atau kita yang bekerja baru boleh bekerja lagi, karena kalau tidak akan menularkan ke sekitarnya. Artinya si ruamnya itu sudah seperti kering sisik, paling tidak menghitam mengering, barulah itu tidak menularkan lagi,” jelas dia.

Campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan tinggi. Untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB), dibutuhkan kekebalan kelompok atau herd immunity minimal 94 persen di suatu wilayah.

Oleh karena itu, pentingnya cakupan imunisasi harus tinggi dan merata. Jika angka imunisasi di bawah ambang batas tersebut, risiko campak terjadinya KLB.

“Karena agar tidak KLB kita butuh orang-orang sekitar kita juga terjaga oleh imun terhadap campak. Sekali divaksin campak dikatakan bisa mencegah campak rentangnya luas, 84 sampai 93 persen,” terangnya.

Prof Anggraini menekankan pemerintah telah menetapkan jadwal imunisasi campak yang diberikan sebanyak tiga kali. Imunisasi pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, imunisasi kedua pada usia 18 bulan, dan imunisasi ketiga saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar.

Pemberian imunisasi campak secara berulang, merupakan vaksin dengan virus yang dilemahkan, sehingga memerlukan dosis yang tepat serta waktu pemberian yang sesuai agar tubuh mampu membentuk antibodi tinggi.

“Upayakan setiap balita imunisasinya lengkap sebelum masuk PAUD, ayo kalau terlewat itu kejar. Satu campak saja waduh bisa menularkan ke mana-mana, sehingga imunisasi yang lain diingatkan,” kata dia. (ney)

Tags: CampakFase GejalaIDAI

Berita Terkait.

Gelar Technical Meeting Menjelang Turnamen Mini Soccer dalam Rangka Anniversary Hotel Gradhika Pemuda Semarang
Gaya Hidup

Gelar Technical Meeting Menjelang Turnamen Mini Soccer dalam Rangka Anniversary Hotel Gradhika Pemuda Semarang

Minggu, 8 November 2026 - 15:23
Gelar Technical Meeting Menjelang Turnamen Mini Soccer dalam Rangka Anniversary Hotel Gradhika Pemuda Semarang
Gaya Hidup

Gelar Technical Meeting Menjelang Turnamen Mini Soccer dalam Rangka Anniversary Hotel Gradhika Pemuda Semarang

Minggu, 8 November 2026 - 14:05
Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau DapurnyaAmi Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas Bersama Linkumkm by BRI
Gaya Hidup

GAC Perkenalkan AION i60 di Indonesia, Hadirkan Pengalaman Baru Berkendara Mobil Listrik

Minggu, 8 November 2026 - 13:02
Tumbuh Bersama Klasterku Hidupku, Komoditas Alpukat Angkat Taraf Hidup Petani di Kecamatan Sumberejo
Gaya Hidup

Tumbuh Bersama Klasterku Hidupku, Komoditas Alpukat Angkat Taraf Hidup Petani di Kecamatan Sumberejo

Minggu, 8 November 2026 - 12:32
Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau DapurnyaAmi Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas Bersama Linkumkm by BRI
Gaya Hidup

Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau DapurnyaAmi Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas Bersama Linkumkm by BRI

Minggu, 8 November 2026 - 12:22
Seo-Hyun-Jin
Gaya Hidup

Reuni Setelah Satu Dekade, “The Perfect Lie” Jadi Ajang Pertemuan Kembali Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin

Minggu, 8 November 2026 - 03:27

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3347 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.