INDOPOSCO.ID – Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menggagalkan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa 1.920.000 batang rokok tanpa pita cukai di jalur Pantura Semarang–Batang.
Penindakan dilakukan di wilayah Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026) dini hari. Rokok ilegal tersebut diamankan dari sebuah truk boks berwarna kuning yang melintas di jalur distribusi strategis tersebut.
Kepala Seksi BK Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, menjelaskan bahwa operasi ini berawal dari informasi intelijen yang diterima petugas sehari sebelumnya terkait dugaan pengiriman rokok ilegal yang akan melintasi wilayah Jawa Tengah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan analisis dan membagi personel untuk melakukan pengamatan di sepanjang jalur Pantura.
“Pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, tim mendapati sebuah truk boks berwarna kuning sesuai ciri yang telah diidentifikasi. Tim segera melakukan penghentian dan pemeriksaan singkat yang disaksikan oleh sopir,” ujar Megah.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 120 karton rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai. Total barang bukti yang diamankan mencapai 1.920.000 batang dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp2,85 miliar.
Sementara itu, potensi kerugian negara dari sektor cukai ditaksir mencapai Rp1,43 miliar.
“Atas temuan tersebut, petugas langsung melakukan tindakan penegahan terhadap barang hasil penindakan,” imbuh Megah.
Ia menegaskan bahwa jalur Pantura masih menjadi salah satu titik rawan distribusi rokok ilegal. Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam melindungi penerimaan negara sekaligus menjaga persaingan usaha yang sehat.
“Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga merugikan pelaku usaha yang telah mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna menekan peredaran BKC ilegal di wilayah kerjanya, khususnya pada jalur distribusi strategis seperti Pantura. (ipo)











