• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Karbohidrat Berlebih saat Sahur Berpotensi Membuat Tubuh Cepat Lapar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:07
in Nasional
sahur

Seorang peserta memperlihatkan makanan berbahan baku ikan saat Lomba Cipta Menu Ikan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/12/2025). Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Kediri tersebut sebagai upaya mendorong ibu rumah tangga menciptakan menu makanan sehat berbahan baku ikan dengan tampilan yang menarik agar anak gemar makan ikan guna mencegah stunting. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/tom.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dokter dan ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, mengatakan konsumsi karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur bukan strategi yang tepat untuk menahan lapar selama berpuasa.

Ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu meluruskan anggapan banyak orang selama ini, bahwa memperbanyak porsi nasi (karbohidrat) atau makanan manis saat sahur bisa membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa. Padahal, menurut dia, pola tersebut justru dapat memicu rasa lapar lebih cepat.

BacaJuga:

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan 3 Jenazah Pekerja Migran dari Taiwan

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Menteri PPPA Kawal Pemulihan Psikologi Santriwati Korban Pelecehan di Pati

“Yang pasti jadi gampang lapar karena cepat dicerna jadi gula darah. Tergantung juga dengan jenis karbonya,” kata Tan Shot Yen saat dihubungi ANTARA, Jumat.

Karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan sirup cepat meningkatkan kadar gula darah. Tubuh kemudian memproduksi insulin untuk menurunkan gula tersebut sehingga kadar gula darah bisa turun kembali dalam waktu singkat dan memicu rasa lapar.

“Jika sering terjadi dan rutin maka risiko diabetes muncul,” ujar dia.

Sebaliknya, dia menyarankan masyarakat memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau jagung yang lebih lambat dicerna sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah saat puasa.

“Jika karbo kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, biasanya kita tidak mungkin makan banyak-banyak,” kata dia.

Selain memperhatikan jenis karbohidrat, dia menekankan pentingnya asupan serat yang cukup saat sahur. Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Tan Shot Yen yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pola makan sehat melalui berbagai forum dan media sosial itu mengingatkan agar sahur tetap mengikuti prinsip gizi seimbang, bukan sekadar memperbanyak satu jenis makanan.

Dengan komposisi yang tepat, masyarakat dapat menjaga energi tetap stabil selama berpuasa tanpa membebani tubuh dengan lonjakan gula darah yang berulang. (bro)

Tags: KarbohidratLaparSahurTubuh

Berita Terkait.

fachri
Nasional

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan 3 Jenazah Pekerja Migran dari Taiwan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:12
kkp
Nasional

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:07
ilustrasi
Nasional

Menteri PPPA Kawal Pemulihan Psikologi Santriwati Korban Pelecehan di Pati

Senin, 11 Mei 2026 - 08:47
Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nasional

KKP – Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur dan Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:07
Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal
Nasional

Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:31
Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nasional

Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:07

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.