INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai subholding Gas PT Pertamina (Persero), mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar USD 353 juta pada tahun 2026. Investasi tersebut difokuskan untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi nasional.
Menurut Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, langkah strategis tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung target transisi energi menuju Net Zero Emission 2060.
Dikatakan Rachmat Hutama, sekitar 62 persen dari total Capex 2026 akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur hilir dan menengah. Prioritas utamanya adalah penguatan pipa distribusi gas dan perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas).
“Investasi akan dilakukan secara selektif dan bertahap untuk mendukung ketahanan energi. Kami percaya, dedikasi SDM yang profesional dan berintegritas merupakan motor penggerak utama untuk mencapai target perusahaan tersebut,” katanya, Selasa (17/2/2026).
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham menyebutkan, perusahaan sedang mengoptimalkan integrasi jaringan pipa eksisting dengan infrastruktur beyond pipeline. Strategi ini menekankan penguatan skema Liquefied Natural Gas (LNG) untuk menghadirkan fleksibilitas pasokan bagi pelanggan industri dan rumah tangga.
“PGN siap beradaptasi dengan berbagai skema pasokan gas bumi untuk merespons kebutuhan secara efisien sekaligus mendukung keandalan energi di Jawa Timur,” tegasya.
Untuk menopang ekspansi infrastruktur fisik, PGN juga menggenjot transformasi digital di seluruh rantai proses bisnis. Digitalisasi tersebut mencakup aspek asset operation and maintenance, operasi jaringan, hingga manajemen pelanggan.
Keamanan siber ikut menjadi prioritas absolut dengan capaian tingkat keamanan 100 persen pada awal 2026 guna melindungi infrastruktur vital.
Selain fokus pada operasional makro, PGN terus mengedukasi masyarakat terkait keselamatan penggunaan energi bersih. Melalui Area Bojonegoro, PGN menggelar kegiatan “PGN Care” di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Jawa Timur, (11/2/2026).
Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief menyampaikan, kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jargas, edukasi deteksi kebocoran gas, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Masyarakat pengguna Jargas, seperti Binasri (warga RT 24 Bandungrejo), mengaku sangat terbantu dengan edukasi tersebut.
“Sekarang saya tidak lagi mengangkat tabung gas. Gas bumi tersedia 24 jam dan dari segi biaya juga lebih murah. Pengetahuan soal deteksi kebocoran juga sangat penting agar tagihan tidak bengkak,” ungkapnya. (srv)









