• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bisnis dan HAM 2026, SETARA Soroti Sektor Ekstraktif hingga Transisi Energi Berkeadilan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 13 Februari 2026 - 10:48
in Nasional
setara

Suasana diskusi peluncuran Business dan Human Rights Outlook 20206: 10 Prioritas Isu Bisnis dan HAM di Indonesia, yang dilakukan secara daring, pada Kamis (12/2/2026). Foto: Tangkapan layar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – SETARA Institute bersama Sustainable-Inclusive Governance Initiative (SIGI) merilis Outlook 2026: 10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia. Laporan tahunan ini memetakan tantangan dan peluang strategis dalam pemajuan prinsip Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia sepanjang tahun mendatang.

Bisnis dan HAM merupakan seperangkat prinsip yang menekankan tanggung jawab pelaku usaha untuk menghormati dan menegakkan HAM dalam seluruh kegiatan operasional, produk, maupun layanan mereka. Pada level global, rujukan utamanya adalah United Nations melalui dokumen United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs).

BacaJuga:

Wamendagri Dorong Pemda Sumbar Rancang Pertumbuhan Ekonomi yang Terukur dan Inklusif

Wamendagri Apresiasi Pembentukan Satgas MBG 100 Persen di Maluku dan Papua

Bukan Sekadar Pembiayaan, BRI Perkuat Ekosistem Pangan dari Hulu hingga Hilir untuk Dukung Swasembada Protein

SETARA menilai tantangan utama terletak pada model perekonomian Indonesia yang masih bercorak ekstraktivisme, yakni bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam dan ruang hidup dalam skala besar. Model ini dinilai memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya pelanggaran HAM oleh entitas bisnis, yang dalam sejumlah kasus difasilitasi oleh kebijakan negara.

Berdasarkan data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tahun 2025, korporasi menjadi salah satu pihak terlapor tertinggi dalam dugaan pelanggaran HAM dengan 452 kasus.

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengatakan tantangan struktural tersebut tidak bisa dilepaskan dari arah kebijakan ekonomi nasional.

“Model ekonomi yang masih bertumpu pada ekstraktivisme berisiko tinggi terhadap pelanggaran HAM. Tanpa koreksi kebijakan dan penguatan regulasi, pelanggaran oleh entitas bisnis akan terus berulang,” ujar Halili, peluncuran Business dan Human Rights Outlook 20206: 10 Prioritas Isu Bisnis dan HAM di Indonesia, yang dilakukan secara daring, pada Kamis (12/2/2026).

SETARA juga menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai regresif terhadap pemajuan Bisnis dan HAM, seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berbagai relaksasi tata kelola lingkungan hidup dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Kebijakan mitigasi dan adaptasi iklim pun dinilai masih tersentralisasi di level peraturan pelaksana, sehingga membatasi partisipasi bermakna masyarakat, khususnya pemegang hak (rights holders).

Selain itu, tren penyempitan ruang sipil (shrinking civic space) dinilai semakin mengkhawatirkan dan beririsan dengan upaya meredam kritik terhadap struktur ekonomi yang belum mampu mengatasi ketimpangan.

Di tengah tantangan tersebut, SETARA melihat adanya peluang strategis memasuki dekade kedua implementasi United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs) atau Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia. Fokus global kini mengarah pada kewajiban kepatuhan HAM bagi pelaku usaha melalui mekanisme Uji Tuntas HAM (Human Rights Due Diligence/HRDD) dalam hukum nasional.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan regulasi terkait mekanisme HRDD sebagai bagian dari kelanjutan Strategi Nasional Bisnis dan HAM 2023, yang diperkuat komitmen normatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Peneliti Bisnis dan HAM SETARA Institute, Pradnya Wicaksana, menyebut desain kebijakan tersebut berpotensi menjadi instrumen korektif terhadap model ekonomi ekstraktif.

“Regulasi mandatori uji tuntas HAM akan menjadi pengimbang model perekonomian ekstraktif. Jika dirancang secara partisipatif dan akuntabel, kebijakan ini dapat mendorong integrasi norma HAM dalam praktik bisnis secara sistemik,” ucapnya.

SETARA juga mencatat adanya tren positif di sektor swasta. Riset internal SETARA (2025) menunjukkan perusahaan-perusahaan di sektor kelapa sawit dan pertambangan mulai menyesuaikan tata kelola bisnisnya dengan norma UNGPs dan prinsip Responsible Business Conduct (RBC).

Di sisi lain, putusan-putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dinilai menunjukkan arah progresif, termasuk pemisahan Undang-Undang Ketenagakerjaan dari UU Cipta Kerja serta perluasan cakupan mekanisme anti-SLAPP (Strategic Litigation Against Public Participation).

Pengesahan Central Java Agreement for Gender Justice yang mengikat dua pabrik garmen di Jawa Tengah beserta pembeli rantai pasoknya juga disebut sebagai capaian penting dalam penghapusan kekerasan berbasis gender di tempat kerja.

Dalam Outlook 2026, SETARA Institute merumuskan sepuluh isu prioritas yang akan menentukan arah pemajuan Bisnis dan HAM di Indonesia, yakni memastikan adopsi prinsip Bisnis dan HAM dalam tata kelola sektor ekstraktif, mendorong skema perdagangan karbon yang akuntabel dan berintegritas, menjamin perlindungan hukum terhadap pembela HAM lingkungan, mereformasi hukum ketenagakerjaan secara partisipatif dan berparadigma HAM, mewujudkan kondisi kerja yang layak di sektor ekstraktif.

Kemudian, meningkatkan perlindungan hak pekerja di sektor padat karya, mewujudkan kerangka hukum transisi energi berkeadilan, mempercepat regulasi mandatori uji tuntas HAM, mendorong sektor keuangan dan kerja sama internasional untuk mengutamakan pendanaan hijau, serta meningkatkan akses pemulihan bagi korban pelanggaran Bisnis dan HAM.

Halili menegaskan, proyeksi ini penting untuk menyatukan norma HAM ke dalam aktivitas bisnis melalui kolaborasi negara, pelaku usaha, dan masyarakat sipil.

“Outlook ini menjadi panduan strategis agar norma HAM benar-benar terintegrasi dalam praktik bisnis. Kolaborasi bermakna antara negara, entitas bisnis, dan masyarakat sipil adalah kunci agar pembangunan ekonomi tidak lagi mengorbankan hak asasi manusia,” tutupnya. (rmn)

Tags: HAMSetara InstituteSigiTransisi Energi

Berita Terkait.

Wamendagri Dorong Pemda Sumbar Rancang Pertumbuhan Ekonomi yang Terukur dan Inklusif
Nasional

Wamendagri Dorong Pemda Sumbar Rancang Pertumbuhan Ekonomi yang Terukur dan Inklusif

Senin, 2 November 2026 - 22:03
Wamendagri Apresiasi Pembentukan Satgas MBG 100 Persen di Maluku dan Papua
Nasional

Wamendagri Apresiasi Pembentukan Satgas MBG 100 Persen di Maluku dan Papua

Senin, 2 November 2026 - 19:32
Bukan Sekadar Pembiayaan, BRI Perkuat Ekosistem Pangan dari Hulu hingga Hilir untuk Dukung Swasembada Protein
Nasional

Bukan Sekadar Pembiayaan, BRI Perkuat Ekosistem Pangan dari Hulu hingga Hilir untuk Dukung Swasembada Protein

Senin, 2 November 2026 - 17:02
dd
Nasional

Dompet Dhuafa Buka Peluang Usaha bagi Mahasiswa IP Trisakti

Senin, 2 November 2026 - 13:33
Mukhtarudin
Nasional

Mukhtarudin Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah PMI di Hong Kong

Senin, 2 November 2026 - 10:20
suyudi
Nasional

Cegah Narkotika Cair, Kapolri Larang Seluruh Anggota Gunakan Vape

Senin, 2 November 2026 - 09:10

OLAHRAGA

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak
Olahraga

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Editor Ali Rachman
Senin, 2 November 2026 - 21:22

INDOPOSCO.ID - Karateka Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Ceyco Georgia Zefanya sukses meraih medali emas, sedangkan Zaskia Putri...

SelengkapnyaDetails
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

BERITA POPULER

  • MUI

    Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1852 shares
    Share 741 Tweet 463
  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    1404 shares
    Share 562 Tweet 351
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1010 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Sambut Musim Hujan, BNPB Minta Pemda Bersihkan Drainase dan Petakan Rawan Banjir

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.