INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, program makan bergizi gratis (MBG) telah banyak dijalankan di sejumlah negara belahan dunia, terutama yang menganut ideologi demokratis. Pernyataan tersebut disampaikannya saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
“Negara demokratis pasti punya makan bergizi gratis,” kata Prabowo di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) mungkin dirasa kurang mendesak bagi kelompok masyarakat mampu atau kalangan kelas atas. Namun, diyakininya program tersebut dibutuhkan sebagian besar rakyat Indonesia
“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting bagi orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas. Mungkin tidak penting bagi mereka,” tutur Prabowo
“Tapi, di seluruh dunia yang saya pelajari makan bergizi gratis sangat diperlukan oleh mayoritas,” tambahnya.
Memasuki setahun berjalannya program tersebut, Prabowo seolah menjawab keraguan sejumlah pakar yang sempat mempertanyakan keberhasilannya. Ia mengakui bahwa sejak awal gagasan ini muncul, dirinya kerap menerima kritik tajam hingga tuduhan miring
“Waktu saya melancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekin. Saya dituduh macam-macam,” tutur Prabowo.
Ia mengaku heran lantaran ejekan terhadap program tersebut justru datang dari kalangan akademisi, termasuk para profesor ternama. “Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang mengejek profesor-profesor terkenal (mengejeknya),” imbuh eks Menteri Pertahanan itu.
Program andalan itu telah resmi dimulai di Indonesia sejak 6 Januari 2025. MBG sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. (dan)




















