• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Penyakit Ice-ice Muncul, Pembudidaya Rumput Laut di Ohoidertawun Gagal Panen

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:15
in Nusantara
petugas

Jumrah Rumiaan menjelaskan Rumput Laut dimakan hama Ice-ice. Pembudidaya rumput laut di desa Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, gagal panen. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para pembudidaya rumput laut Ohoidertawun, Maluku Tenggara meradang, dan gelisa. Setelah hampir 2 bulan terakhir rumput laut yang ditanam terkena serangan hama. Masyarakat mengenal jenis hama dengan sebutan ice-ice yang merupakan penyebab utama gagal panen budidaya rumput laut. yang ditandai dengan memutih dan rapuhnya thallus (batang) akibat infeksi bakteri (Vibrio spp., dll.) yang dipicu oleh perubahan lingkungan ekstrem seperti suhu tinggi dan salinitas tidak stabil.

“Sudah sejak akhir November 2025 hama mulai terlihat pada rumput laut yang kami tanam. Mencoba potong yang putih-putih dengan harapan sisahnya bisa tumbuh, ternyata sampai hitungan 2 bulan rumput laut di dalam air bukan tambah besar melainkan tambah habis,” keluh Jumra Rumyaan, pembudidaya rumput laut di desa Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, Kamis (12/2/2026).

BacaJuga:

Paripurna DPR Setujui Keanggotaan Pansus RUU Daerah Kepulauan

Peringati HUT Ke-45 dan Ramadan, PTBA Kertapati Port Bagikan 4.180 Paket Sembako bagi Masyarakat Ring 1

PT Sinergi Dagang Utama Kantongi Izin Penyelenggara dan Pengusaha Gudang Berikat dari Bea Cukai

Menurut pria berusia paruhbaya itu (40 tahun), sudah 20 tahun melakukan budidaya rumput laut tapi pengalaman yang paling membuat mereka tidak nyaman ketika hama menerpa. Karena kalau sudah kena penyakit ini pasti merusak tanaman, seringkali membuat pembudidaya kehilangan hasil panen. Menurut Jum awal melakukan budidaya semua tampak normal saja, tapi lama-lama rumput laut memutih (seperti lilin), menjadi rapuh, mudah patah, dan akhirnya membusuk, yang menyebabkan rumput laut tidak berkembang dan patah-patah.

Menurut Doktor Maya Puspita peneliti yang konsen bidang rumput laut dari Universitas Diponegoro, Semarang, menjelaskan penyeban utama penyakit itu muncul dari perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang mendadak, seperti suhu air yang terlalu tinggi, penurunan salinitas (kadar garam) akibat curah hujan tinggi, dan intensitas cahaya yang ekstrem. Lalu infeksi bakteri Pseudoalteromonas gracilis, Pseudomonas spp., dan Vibrio spp. sering ditemukan pada rumput laut yang terinfeksi ice-ice.

Kalau sudah terkena penyakit ini pasti pembudidaya akan mengalamin kerugian ekonomi signifikan, di mana hasil panen turun drastis, misalnya dari 30 ton menjadi hanya 1 ton di beberapa wilayah.

“Sejauh ini kalau sudah mulai ada tanda-tanda penyakit muncul, lekas panen, setelah itu bisa diganti dengan varietas lain. Karena dari berbagai ilmuan dan penelitian yang kami lakukan, belum ada solusi atau pencegahan selain antisipasi panen lebih awal sebelum rumput laut habis dimakan hama,” ujar Doktor Maya.

Langkah pencegahan yang disarankan pembudidaya melakukan pembersihan rutin, memilih bibit unggul, mengatur jarak tanam, menghindari penanaman pada musim peralihan/ekstrem, dan memantau kondisi lingkungan.

Langkah antisipasi yang tepat, seperti penyesuaian waktu tanam, sangat krusial untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Kalau dari beberapa kali pembahasan yang kami lakukan dengan para ahli baik dalam dan luar negeri, memilih jenis lain yang lebih tahan dibanding yang lajim dibudidayakan oleh masyarakat. Misalnya dari cottonii coklat, beralih ke jenis sakul cottonii hijau,” ujar Kepala Dinas Provinsi Maluku, Erawan Asikin. (ney)

Tags: hamaMaluku TenggaraOhoidertawunRumput Laut

Berita Terkait.

TVP
Nusantara

Paripurna DPR Setujui Keanggotaan Pansus RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:36
Sembako
Nusantara

Peringati HUT Ke-45 dan Ramadan, PTBA Kertapati Port Bagikan 4.180 Paket Sembako bagi Masyarakat Ring 1

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:54
5 Dewan Komisioner OJK Telah Distujui Paripurna DPR RI, Ini Pesan Puan
Nusantara

PT Sinergi Dagang Utama Kantongi Izin Penyelenggara dan Pengusaha Gudang Berikat dari Bea Cukai

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:24
bc2
Nusantara

Bea Cukai Malang Berikan Izin NPPBKC, Dorong Industri Tembakau Legal dan Sehat

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:33
bc
Nusantara

Ini Hasil Penindakan Bea Cukai Ketapang hingga Awal Maret 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:03
dd
Nusantara

Dompet Dhuafa Bersama PPJI Gelar REMEMBER 2026 di 24 Kota Se Indonesia, Sasar Hampir 4 Ribu Penerima Manfaat

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:52

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Dua Pegawai Importir Terkait Kasus Suap Impor Barang KW

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bangunan Cagar Budaya di Menteng Mendadak “Dilucuti”, Aktivitas Pembongkaran Tak Terlihat

    708 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Ampas Teh

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah di Perairan Kepri

    776 shares
    Share 310 Tweet 194
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-14.56.53-2.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/Ketua-DKPP-RI-Ucapan-HUT-Indoposco-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/kpu-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.05.54.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.09.02.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.17.07.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.26.21-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.33.51.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.34.28.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.34.33.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.34.36.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.38.12.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.38.09.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.38.05.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/reelsvideo.io_1770980360242.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/ssstik.io_1770980454583.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/ssstik.io_1770980562250-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-15-at-14.35.24.mp4
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.