INDOPOSCO.ID – Satuan tugas (Satgas) Pangan Polri memastikan kesiapan untuk memantau dan mengawasi harga sembilan bahan pokok (sembako) atau bahan pokok penting menjelang bulan suci Ramadan 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pengendalian harga sembilan bahan pokok menjadi fokus utama Polri agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat selama Ramadan.
“Hal ini menjadi pembahasan kami agar selama bulan Ramadan, seoptimal mungkin harga-harga khususnya sembilan bahan pokok bisa kita jaga,” ujar Sigit saat Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia mengakui bahwa setiap menjelang Ramadan selalu terdapat potensi kenaikan harga akibat meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, Satgas Pangan berkomitmen melakukan pengawasan intensif agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
“Kita menyadari bahwa di setiap mendekati bulan Ramadan kecenderungannya ada potensi harga meningkat. Karena itu, kami berupaya agar harga sembilan bahan pokok dapat dikendalikan seoptimal mungkin,” katanya.
Berdasarkan data Satgas Pangan Polri, sepanjang 2024 hingga 2025 aparat telah melakukan penindakan terhadap 46 kasus beras dan 16 kasus minyak goreng. Penindakan tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas praktik penimbunan dan pelanggaran distribusi yang dapat mengganggu stabilitas pangan nasional.
Selain pengawasan pangan, Kapolri juga menegaskan komitmen Korps Bhayangkara dalam mengawal dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026. “Hari ini kami menindaklanjuti direktif Bapak Presiden, khususnya terkait rencana kerja pemerintah yang akan terus kami dorong agar dapat berjalan dengan sukses,” tuturnya.
Rapat Pimpinan Polri Tahun 2026 dibuka secara simbolis oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo serta Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran. (dan)









