INDOPOSCO.ID – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan tentang sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan di lingkungan Pemprov Jakarta. Nota kesepakatan itu diteken langsung oleh Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balairung, Balai Kota, Rabu (11/2/2026).
Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pengawasan sekaligus meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan yang akuntabel, berintegritas, dan berkelanjutan. Hal tersebut dinilai penting guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional dan daerah menuju Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.
Dia menegaskan, Pemprov Jakarta membuka diri secara luas terhadap pengawasan yang dilakukan BPKP.
“Bagi Jakarta peran BPKP itu sangat sentral dan kami sebagai institusi yang terus terang membuka diri seluas-luasnya untuk selalu diawasi, diatensi, dimonitor oleh BPKP,” ujar Pramono.
Ia meyakini, sinergi pengawasan bersama BPKP akan membawa dampak positif, baik bagi internal Pemprov Jakarta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Saya yakin pasti di internal Balai Kota sendiri mereka juga akan merasa bekerja dengan aman dan dengan nyaman termasuk BUMD yang ada,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan, dalam kerja sama ini BPKP akan berperan sebagai mitra strategis Pemprov Jakarta dalam memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) agar terintegrasi dalam setiap kebijakan dan program pembangunan.
Selain itu, BPKP juga akan mendorong peningkatan kualitas manajemen risiko sebagai sistem peringatan dini (early warning system), sekaligus mengawal akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan pembangunan di ibu kota.
“Kita bisa dan siap bantu Pak Gubernur untuk memastikan bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan oleh Pemprov ini benar-benar punya hasil sehingga Jakarta dapat menjadi Kota Global dan Berbudaya sesuai yang dicita-citakan,” ungkap Ateh.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta semakin transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota berdaya saing global dengan identitas budaya yang kuat. (rmn)










