INDOPOSCO.ID – Krisis air bersih melanda warga RT 05 RW 02 Rawa Buaya, Cengkareng, akibat kondisi air yang keruh dan berbau. Masalah tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas harian warga yang diklaim telah berlangsung menahun.
Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM Jaya Gatra Vaganza membantah keluhan krisis air bersih tersebut telah berlangsung lama. Ia mengklaim gangguan yang dialami warga Jalan H. Jairi, Rawa Buaya, baru terjadi sejak awal April 2026.
“Kalau misalkan ditanya kejadian ini terjadinya kapan? Di awal bulan ini,” kata Gatra Vaganza kepada INDOPOSCO melalui telepon, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Sumber air bersih yang dialirkan ke warga Rawa Buaya saat ini berasal dari PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) di Tangerang. Air tersebut dibeli dan disimpan terlebih dahulu dalam bak penampungan atau reservoar milik perusahaan sebelum disalurkan.
“Iya, jadi kalau kami beli-beli air dari PDAM Tangerang itu. Beli air terus kami simpan dulu ke reservoir kami, masuk ke reservoir kami, baru didistribusikan. Jadi sumber airnya dari sana,” ujar Gatra.
Untuk memastikan kualitas air kembali normal, ia meminta pelanggan yang masih mengalami masalah air berwarna agar membuka keran rumah mereka beberapa saat guna mengeluarkan sisa endapan.
“Dan sudah mau memastikan, jadi misalkan memang masih ada di rumah-rumah pelanggan yang masih berwarna gitu ya, Mas, itu memang salah satunya harus dibuka dulu kerannya,” jelas Gatra.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah penanganan yang dapat dilakukan adalah melakukan proses pengurasan pipa jaringan untuk membuang endapan yang menyebabkan air menjadi keruh.
“Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah di-flushing. Dibuang sebenarnya airnya di pipa jaringan, dikuras karena tadi buat ngebuang endapan-endapan itu,” tutur Gatra terpisah saat dikonfirmasi wartawan baru-baru ini. (dan)










