INDOPOSCO.ID – BSI Maslahat hadirkan sebuah inisiatif Program kepada masyarakat kelompok rentan melalui pelatihan kewirausahaan untuk perkumpulan penyandang disabilitas di Surabaya.
Sebanyak 40 peserta yang merupakan penyandang disabilitas hadir dengan wajah penuh semangat dan harapan yang kuat. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 5 dan 11 Februari di BSI UMKM Center Surabaya.
Kehadiran pelatihan ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan batas untuk bermimpi dan menjadi individu yang mandiri dan berdaya. Penyandang disabilitas sering kali tersisih dari persaingan para pencari pekerjaan.
Namun bisa diyakini, bahwa para penyandang disabilitas mampu mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang mampu mereka kerjakan dengan keterbatasannya melalui pendampingan dan pelatihan dengan pendekatan yang sesuai.
Dalam membantu pemberdayaan para penyandang disabilitas di Indonesia secara ekonomi, BSI Maslahat menghadirkan pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal kepada perkumpulan penyandang disabilitas di Surabaya.
Pelatihan kewirausahaan memainkan peran penting dalam memberdayakan penyandang disabilitas untuk mengejar kemandirian ekonomi dan wirausaha. Para peserta pelatihan merupakan para penyandang disabilitas daksa, tuli, dan netra yang telah memiliki usaha.
Deputy Retail Financing Business BSI Region Surabaya Yurri Leonardi menyatakan, pihaknya berkomitmen hadir sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya nyata, termasuk dalam meningkatkan kapasitas serta mendorong kenaikan kelas UMKM di Surabaya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi bagian dari Talenta Wirausaha BSI yang mampu memberikan dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar,” kata Yurri dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Manager URO BSI Maslahat Surabaya Zaini Syam mengatakan, kehadiran pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah untuk mencetak wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing dari kalangan penyandang disabilitas.
“Dengan kehadiran pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencetak wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing dari teman-teman disabilitas,” jelas Zaini Syam dalam kesempatan yang sama.
Salah satu peserta kegiatan Anas Yusuf sekaligus Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Surabaya menilai, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk mempelajari lebih dalam mengenai strategi-strategi kewirausahaan.
“Materi dan gaya penyampaiannya yang praktis dan mudah dipahami sehingga sangat relevan bagi kelompok disabilitas seperti kami,” imbuh Anas. (dan)




















