INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Sosial Provinsi Malut menyalurkan bantuan paket usaha ekonomi produktif (UEP) sebagai tindak lanjut dari program perlindungan dan jaminan sosial kepada keluarga penerima manfaat.
“Penyaluran bantuan UEP sebanyak 306 paket berupa alat home industry pembuatan kue/makanan dan alat pembuatan sagu yang diserahkan ke tujuh wilayah kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Taliabu, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Kota Tidore Kepulauan,” kata Kadis Sosial Malut Zen Kasim yang dihubungi di Ternate, Minggu (8/2/2026).
Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kadis Sosial Malut Zen Kasim kepada penerima dari Tidore Kepulauan ini juga disaksikan oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe bertempat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Himo-Himo.
Sedangkan untuk tiga wilayah seperti Kota Ternate, Kepulauan Sula dan Pulau Morotai baru dianggarkan pada tahun 2026.
Dia mengatakan, sebelumnya, Pemprov Malut juga menyalurkan bantuan sarana usaha bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai komitmen pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Saya berharap bantuan ini menjadi modal awal untuk membuka usaha dan mengubah taraf hidup,” katanya.
Dia menyebut, bantuan ini merupakan stimulan strategis bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
Sementara itu, Wagub Malut, Sarbin Sehe ketika dikonfirmasi terpisah menekankan pemerintah akan melakukan evaluasi ketat terhadap penggunaan bantuan tersebut.
Selain itu, Wagub memberikan peringatan keras terkait integritas dalam proses penyaluran, seluruh penerima manfaat harus berani melaporkan segala bentuk praktik pungutan liar (pungli) atau transaksi ilegal yang dilakukan oleh oknum.
“Jika ada oknum yang meminta imbalan atau melakukan transaksi dalam pemberian bantuan ini, segera laporkan ke pemprov dan tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada pelakunya,” tambahnya.
Wagub optimistis bantuan tersebut jika dikelola dengan maksimal dapat menjadi penopang utama ekonomi keluarga. (ney)










