INDOPOSCO.ID – Komposer muda Bemby Noor menilai ajang ARTOPIA 2026 sebagai ruang penting bagi anak-anak untuk menemukan jati diri dan keberanian mengekspresikan bakat sejak dini. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai juri Got Talent ARTOPIA 2026 di Sekolah Putra Pertiwi, Tangerang Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Bemby, yang dikenal lewat karya-karya musik yang dibawakan oleh Dewi Sandra, Afghan, hingga Cherrybelle, menyebut kegiatan seperti ARTOPIA relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik.
“Ini keren sih. ARTOPIA bisa jadi ruang aman buat anak-anak berekspresi, mencoba, dan percaya diri dengan apa yang mereka punya,” ujar keponakan mendiang musisi legendaris Chrisye tersebut.
Dia bahkan mendorong agar ARTOPIA dapat digelar secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa. Menurutnya, ruang kreatif yang konsisten akan membantu anak mengenali potensi diri sejak usia sekolah.
ARTOPIA 2026 merupakan bagian dari Festival Edukasi Kreatif yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, penguatan karakter, dan ekspresi kreativitas dalam satu ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif. Mengusung tema Building Knowledge, Cultivating Character, ARTOPIA – Be Star, Be You! dirancang sebagai ruang pertemuan antara siswa, orang tua, dan sekolah.
Berbagai kegiatan turut mewarnai ARTOPIA 2026, di antaranya Open House, Kompetisi Kreativitas, Pentas Seni dan Showcase Karya Siswa, Parenting & Workshop, serta Bazaar UMKM.
Direktur Yayasan Sekolah Putra Pertiwi, Novianty Elizabeth Ayuna mengatakan, kehadiran figur publik seperti Bemby Noor memberi inspirasi nyata bagi siswa.
“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mengukur capaian akademik. Anak-anak perlu ruang untuk bertumbuh, berekspresi, dan membangun karakter. ARTOPIA menjadi bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Parent Teacher Association (PTA) Sekolah Putra Pertiwi, Vera Saphira, menegaskan bahwa ARTOPIA lahir dari kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua.
“Ketika sekolah, orang tua, dan siswa berjalan bersama, proses pendidikan menjadi lebih relevan dan berdampak. ARTOPIA adalah ruang kolaborasi itu,” pungkasnya. (srv)










