INDOPOSCO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) telah mendistribusikan sekitar 2,23 juta air bersih untuk warga terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh sejak musibah tersebut melanda Aceh pada akhir November 2025 hingga hari ini.
“Air yang kami distribusikan ke masyarakat tidak dibagikan secara langsung. Proses produksinya dimulai dari air baku atau sumber air, kemudian diolah menggunakan peralatan milik PMI berupa water treatment plant (WTP),” kata Pendamping Operator Pengolahan Air Bersih LPASL PMI Pusat, Krisnadi, di Pidie Jaya, Kamis (5/2/2026).
Dirinya menyampaikan, PMI terus memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah setempat.
Salah satu layanan prioritas yang diberikan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih melalui layanan water, sanitation and hygiene (WASH).
Krisnadi menjelaskan, air bersih yang disalurkan kepada masyarakat telah melalui proses pengolahan terlebih dahulu, meskipun tetap disarankan untuk dimasak sebelum digunakan.
Dalam penyediaan air bersih, PMI menggunakan WTP Hydroflow 4.0, yaitu alat pengolahan air terbaru yang diproduksi dan dikembangkan oleh PMI Pusat untuk mendukung pelayanan air bersih di lokasi terdampak bencana.
“Hydroflow 4.0 ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah terdampak bencana, termasuk banjir bandang. Air yang dihasilkan telah melalui proses pengolahan dan penyaringan sehingga aman digunakan oleh masyarakat,” ujar Krisnadi.
Sementara itu, Koordinator Tim WASH PMI Kabupaten Pidie Jaya, Mulyadi menyatakan bahwa PMI melakukan produksi dan distribusi air bersih secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Ia menyebutkan, berdasarkan update terbaru layanan WASH PMI di Pidie Jaya, pihaknya telah memproduksi sekaligus mendistribusikan sebanyak 2.230.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Saat ini kapasitas produksi air bersih harian mencapai sekitar 40.000 hingga 50.000 liter per hari,” katanya.
Dirinya menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak di Pidie Jaya, antara lain Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Trieng Gadeng, Bandar Dua, Ulim, dan Jangka Buya.
Layanan tersebut, lanjut Mulyadi, menjangkau ribuan jiwa, baik di titik pengungsian maupun di permukiman warga dengan mengerahkan mobil tangki air, peralatan pendukung WASH, serta relawan yang memastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Semoga penyediaan air bersih melalui layanan WASH PMI ini benar-benar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga terdampak,” katanya. (ney)




















