INDOPOSCO.ID – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak bisa berjalan sendiri, untuk itu diperlukan sinergisitas dengan berbagai pihak, diantaranya media massa. Hal itu diucapkannya dalam menanggapi pemberian Anugerah INDOPOS di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Lolly, Kolaborasi antara Bawaslu dan media Adalah sebuah pondasi dalam menjaga demokrasi.
“Anugerah ini menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara Bawaslu dan media adalah pondasi penting untuk menjaga demokrasi yang transparan, akuntabel, dan dipercaya publik,” ucap Lolly dalam keterangannya pada Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, INDOPOSCO memberikan penhargaan kepada Bawaslu atas konsistensinya membangun kolaborasi strategis dengan media massa dalam pengawasan dan penyelenggaraan Pemilu. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja pada acara HUT ke-5 INDOPOSCO di Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Rahmat Bagja menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi suntikan semangat bagi Bawaslu, terutama di tengah agenda krusial pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu (UU Pemilu) serta persiapan tahapan Pemilu 2027 yang akan segera dimulai.
“Penghargaan ini menjadi dukungan bagi Bawaslu, khususnya dalam menghadapi revisi UU Pemilu yang akan dibahas tahun ini, dan tahun depan kita sudah mulai kembali tahapan Pemilu 2027,” ujar Bagja.
Bagja menegaskan, sinergi dengan media massa memiliki peran penting dalam menyosialisasikan program pengawasan Pemilu serta menjamin keterbukaan informasi kepada publik.
“Ini menjadi dorongan agar Bawaslu dan seluruh penyelenggara Pemilu terus berkoordinasi dengan rekan-rekan wartawan, menyampaikan program-program, serta memastikan keterbukaan informasi bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan Bawaslu dalam menghadapi potensi laporan pelanggaran dan sengketa proses yang diperkirakan muncul sejak tahap awal perencanaan Pemilu mendatang.
Sementara itu, DPR RI bersama Pemerintah telah resmi memasukkan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Penyesuaian regulasi pasca berbagai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi salah satu fokus utama pembahasan.
Pada peringatan HUT ke-5 INDOPOSCO, sebanyak 20 tokoh nasional dianugerahi penghargaan, di antaranya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos selaku perusahaan media INDOPOSCO, Syarif Hidayatullah, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada individu dan institusi yang telah memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan.
“Ini adalah momentum untuk memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dengan dedikasi, integritas, dan konsistensi telah menjadi bagian penting dari perjalanan INDOPOSCO selama lima tahun terakhir,” ujar Syarif. (dil/dan)




















