• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rasio Wirausaha Indonesia Masih Rendah, JMSI Soroti Tantangan Media dan UMKM

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 3 Februari 2026 - 18:17
in Ekonomi
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa (kanan) memberikan paparan dalam seminar UMKM di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa (kanan) memberikan paparan dalam seminar UMKM di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar dalam pembangunan ekonomi nasional, yakni rendahnya rasio jumlah wirausaha dibandingkan total populasi. Kondisi ini menjadi tantangan serius, bukan hanya bagi sektor ekonomi, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan media.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, menilai bahwa jumlah pelaku usaha di Indonesia hingga kini masih berada di angka yang mengkhawatirkan.

BacaJuga:

MSF Jadi Senjata Baru SKK Migas, Sumur Sulit Kini Lebih Produktif

Perkuat Sistem dan Kepercayaan, BNI Respons Kasus Dugaan Fraud dengan Langkah Terukur

TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Menjangkau 300 Ribu Gerai

“Saya kira ada satu masalah yang bangsa ini sedang hadapi, negara kita sedang hadapi. Jumlah pengusaha di Indonesia ini masih agak kecil, mungkin tidak sampai 4 persen,” ujar Teguh dalam seminar UMKM bertajuk “Peran Media Massa Dalam Pengembangan UMKM” di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, dari hampir 300 juta penduduk Indonesia, jumlah masyarakat yang benar-benar terlibat sebagai pelaku usaha masih di bawah angka ideal. Bahkan, jika ditelusuri lebih dalam, angka wirausaha sejati, yang memiliki produk, melakukan inovasi, dan mempunyai konsep pengembangan bisnis ternyata lebih kecil lagi.

“Dari 56 juta UMKM itu, hasilnya wirausaha kita baru sekitar 3,16 persen. Artinya yang betul-betul siap naik kelas itu jumlahnya masih sangat sedikit,” jelasnya.

Menurut Teguh, sebagian besar pelaku usaha mikro di Indonesia masih berada pada tahap ekonomi subsisten.

“Yang lain itu masih subsisten ekonomi. Mereka berusaha ya untuk makan besok. Bahkan ada yang bilang, ‘sudah puas kok Pak, yang penting besok bisa makan’,” katanya.

Situasi inilah, lanjut Teguh, yang mendorong pemerintah mengembangkan dan memperkuat pendidikan vokasional agar generasi milenial dan Gen Z mulai berpikir menjadi pengusaha.

Sebagai dosen, Teguh mengaku melihat bibit-bibit kewirausahaan itu sudah mulai tumbuh di kalangan mahasiswa.

“Kalau saya ngobrol dengan mahasiswa di kelas, mereka sebenarnya sudah mulai punya bibit jadi pengusaha. Ada yang dagang online, tiba-tiba sudah punya uang. Ini saya kira ke depan akan semakin besar,” ujarnya optimistis.

Dalam konteks media, Teguh kemudian menyinggung peran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) sebagai salah satu dari tiga organisasi media siber yang diakui Dewan Pers. Saat ini, JMSI memiliki sekitar 900 anggota yang tersebar di 38 provinsi, dengan struktur organisasi yang sudah relatif utuh di 32 provinsi.

“Anggota kami ini badan usaha, medianya. Jadi JMSI juga berusaha membantu pengusaha-pengusaha media agar menjadi pelaku usaha yang profesional,” katanya.

Namun demikian, Teguh mengakui bahwa sebagian besar media anggota JMSI di daerah masih berada dalam kategori usaha mikro dan kecil.

“Banyak teman-teman kami di daerah itu masih UMKM. Mereka ini jurnalis berpengalaman yang terdorong menjadi pengusaha, lalu bikin media,” ungkapnya.

Di sisi lain, Teguh menyampaikan kegelisahannya terhadap pertumbuhan jumlah media yang sangat pesat di Indonesia. “Sejujurnya saya agak kurang happy melihat banyaknya media. Saya khawatir kurasinya tidak bagus,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga kini belum ada acuan mengenai rasio ideal jumlah media dibandingkan populasi penduduk, berbeda dengan dunia usaha yang memiliki indikator rasio sehat.

“Kalau di dunia usaha, kita punya gambaran rasio yang dianggap sehat. Tapi di dunia pers, ini belum ada. Kita belum tahu apakah jumlah media sekarang ini sudah ideal atau belum,” kata Teguh.

Melalui Bidang Pengembangan Potensi Daerah, JMSI berupaya mengambil peran lebih luas, tidak hanya membantu media, tetapi juga mendorong pelaku usaha di daerah agar potensi lokal mereka dikenal publik.

“Tujuannya bukan membantu medianya, tapi membantu pelaku usaha di daerah. Supaya orang tahu potensi satu daerah,” tegasnya.

Menurut Teguh, langkah ini penting agar media tidak terjebak pada ketergantungan sumber pendanaan tradisional yang berpotensi mengganggu independensi.

“Kami khawatir media akhirnya tidak independen atau tergantung pada sumber-sumber pendanaan tertentu. Karena itu, media harus ikut membuka akses pasar, advokasi, dan storytelling bagi pelaku usaha,” pungkasnya.

Ke depan, Teguh berharap sinergi antara media, pelaku UMKM, dan pemerintah dapat terbangun lebih kuat, sehingga media tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional. (her)

Tags: Anugerah INDOPOSCO 2026HUT ke-5 INDOPOSCOJMSIMedia MassaUMKMWirausaha

Berita Terkait.

migas
Ekonomi

MSF Jadi Senjata Baru SKK Migas, Sumur Sulit Kini Lebih Produktif

Selasa, 21 April 2026 - 12:22
bni
Ekonomi

Perkuat Sistem dan Kepercayaan, BNI Respons Kasus Dugaan Fraud dengan Langkah Terukur

Selasa, 21 April 2026 - 11:45
TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Menjangkau 300 Ribu Gerai
Ekonomi

TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Menjangkau 300 Ribu Gerai

Senin, 20 April 2026 - 21:27
Listrik Surya untuk Koperasi Desa: MoU Kemenkop-Green X Bidik Desa 3T
Ekonomi

Listrik Surya untuk Koperasi Desa: MoU Kemenkop-Green X Bidik Desa 3T

Senin, 20 April 2026 - 21:03
Ekonomi

Liburan Sekolah Lebih Seru di Swiss-Belresort Dago Heritage, Pesan Melalui Aplikasi Mobile

Senin, 20 April 2026 - 20:31
Indonesia Nahkodai Forum Global HS, Imbas ke Perdagangan dan Harga Barang
Ekonomi

Indonesia Nahkodai Forum Global HS, Imbas ke Perdagangan dan Harga Barang

Senin, 20 April 2026 - 20:15

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1192 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.