INDOPOSCO.ID – Jepang mulai menjajaki peluang usaha sekaligus memperkuat kolaborasi investasi berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, mengatakan kunjungan puluhan pelaku usaha Jepang menjadi langkah awal penjajakan investasi di kawasan ibu kota baru Indonesia.
“Pelaku usaha Jepang menjajaki peluang usaha untuk investasi di IKN. Diharapkan kunjungan ini berlanjut pada realisasi investasi nyata ke depan,” ujar Basuki, Sabtu (31/1/2026), saat mendampingi kunjungan di kawasan Sepaku.
Basuki menegaskan, Otorita IKN berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan mitra nasional maupun internasional, termasuk Jepang, dalam mewujudkan pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menurutnya, ketertarikan investor Jepang berpotensi memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi strategis di masa depan, khususnya untuk proyek-proyek berbasis teknologi, infrastruktur hijau, dan pengembangan kota pintar.
Kunjungan tersebut melibatkan Japan External Trade Organization (JETRO) bersama 34 perusahaan Jepang lintas sektor, yang terdiri dari perwakilan lembaga pemerintah dan pelaku usaha. Sektor yang dijajaki meliputi perdagangan, perbankan, permesinan, ketenagalistrikan, material bangunan, pangan, hingga jasa.
Dalam kesempatan itu, Otorita IKN memberikan paparan langsung mengenai kesiapan infrastruktur, tahapan pembangunan, serta arah pengembangan IKN, guna memberikan gambaran komprehensif kepada calon investor.
Presiden Direktur JETRO Jakarta, Shinji Hurai, menyebutkan kunjungan ini bertujuan untuk menggali peluang usaha sekaligus memperkuat kerja sama investasi jangka panjang.
“Kunjungan ini dilakukan untuk menjajaki peluang usaha sekaligus memperkuat kolaborasi investasi berkelanjutan di IKN,” jelas Shinji Hurai.
Ia menambahkan, minat pelaku usaha Jepang terhadap pembangunan dan pengembangan IKN tergolong tinggi. Karena itu, penjajakan lanjutan diperkirakan akan dilakukan guna mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang memungkinkan realisasi penanaman modal dalam waktu mendatang. (dam)




















