• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketika Kesaksian Ahok Menutupi Akar Masalah Korupsi Pertamina

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 29 Januari 2026 - 13:08
in Nasional
Ahok

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Instagram/@basukibtp

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sorotan publik terhadap kesaksian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina terus menggelinding. Nama Muhammad Kerry Adrianto Riza Chalid ikut terseret, namun perhatian masyarakat dinilai terlalu terpusat pada figur Ahok, bukan pada substansi perkara.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai, euforia publik terhadap pernyataan Ahok yang viral justru berpotensi mengaburkan persoalan utama yang sedang diadili.

BacaJuga:

Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

BRIN: Teknologi Nuklir Bongkar Jejak Air Tanah Hingga Mitigasi Risiko Lingkungan

13 Tindak Pidana Bisa Kena Perampasan Aset, DPR Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan

“Saya tuh nanya, ini kasus Kerry ini sebenarnya gimana sih kok Ahok sampai segitunya blak-blakan? Karena publik kebawa (menjadi) ramai. Padahal yang harus dibedah itu duduk perkaranya, bukan cuma potongan kalimatnya,” kata Hensa, sapaan Hendri Satrio, melalui gawai, Kamis (29/1/2026).

Menurut Hensa, fenomena ini menunjukkan adanya dua lapis peristiwa yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, ada gaya bicara Ahok yang lugas dan mengundang perhatian. Di sisi lain, terdapat konstruksi perkara Kerry Riza Chalid yang hingga kini belum benar-benar dipahami publik secara utuh.

Ia menilai, perkara tersebut menjadi semakin sulit dibaca karena narasi jaksa penuntut umum dan bantahan tim kuasa hukum terdakwa saling berseberangan. Detail kesaksian Ahok, alih-alih memperjelas, justru memunculkan lebih banyak tanda tanya di tengah masyarakat.

“Case (kasus) Kerry ini agak membingungkan ya. Dakwaan jaksa versus bantahan tim Kerry bertentangan. Ditambah kesaksian Ahok yang detail, publik makin bingung ini korupsi atau murni bisnis? Arahnya ke mana nih,” ujarnya.

Hensa kemudian menarik garis ke kasus lain yang menurutnya memiliki pola serupa, yakni perkara Syahril Japarin. Kasus ini pernah ia ulas di kanal YouTube-nya dan memperlihatkan dilema klasik di tubuh BUMN: apakah sebuah keputusan merupakan kejahatan, atau bagian dari risiko bisnis.

Dalam perkara itu, Syahril mengaku sampai menjual rumah pribadinya demi menyelamatkan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri/Perindo) yang saat itu berada di ambang krisis.

Namun, kerugian negara yang dijadikan dasar vonis justru terjadi pada 2018, ketika Syahril sudah tidak lagi menjabat. Ironisnya, bukti berupa surat izin penerbitan medium term notes (MTN) yang telah disetujui Menteri BUMN tidak dipertimbangkan oleh pengadilan, baik di tingkat pertama maupun hingga kasasi di Mahkamah Agung.

“Syahril Japarin ini juga membingungkan, divonis 10 tahun korupsi Perindo atas MTN yang disetujui Menteri BUMN. Jasanya jual rumah buat selamatkan perusahaan, tapi dihukum atas rugi pasca jabatannya, padahal bukti ada tapi diabaikan,” kata Hensa.

Ia mengingatkan, pola penegakan hukum seperti ini berpotensi menciptakan efek jera yang keliru. Para direksi BUMN, yang sejatinya dituntut agresif mencari keuntungan dan melakukan terobosan, bisa berubah menjadi sangat berhati-hati, bahkan takut mengambil keputusan strategis.

“Kasus seperti Syahril ini justru menurut saya akan membuat direksi-direksi BUMN yang ditutntut menghadirkan untung malah jadi takut berinovasi karena risiko penjara. Keadilan harus ditegakkan, ini PR aparat hukum dan Presiden Prabowo,” tegasnya. (her)

Tags: ahokbasuki tjahaja purnamaDugaan Korupsi PertaminaHendri SatrioHensa

Berita Terkait.

gadai
Nasional

Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:19
brin
Nasional

BRIN: Teknologi Nuklir Bongkar Jejak Air Tanah Hingga Mitigasi Risiko Lingkungan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:09
habib
Nasional

13 Tindak Pidana Bisa Kena Perampasan Aset, DPR Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:37
tito
Nasional

Mendagri Minta Peserta Sespim Lemdiklat Polri Susun Kebijakan Berbasis Sains

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:27
belajar
Nasional

Dana BOS Bisa Dipakai untuk TKA 2026, Sekolah Diminta Tak Salah Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:27
Pemeriksaan-Kesehatan
Nasional

Sentuhan Kasih DWP Kemenkop: Berbagi Harapan Lewat Setetes Darah di HUT RI ke-81

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05

OLAHRAGA

timnas
Olahraga

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Editor Dilianto
Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47

INDOPOSCO.ID – Perjalanan Timnas Indonesia U-20 menuju Piala Asia U-20 2027 dimulai dari Laos. Malaysia U-20 menjadi lawan pertama yang...

SelengkapnyaDetails
John-Herdman

Tuntaskan Merdeka Run, John Herdman Tantang Adu Lari Skuad Garuda

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45
Marquez

Klasemen MotoGP 2026 Makin Panas Usai Marc Marquez Menang di Aragon

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:01
GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.