INDOPOSCO.ID – Bea Cukai perkuat sinergi lintas instansi di berbagai daerah sebagai upaya menjaga iklim perdagangan yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah (TPPED) melalui penguatan pengawasan ekspor dan impor.
Komitmen tersebut tercermin melalui langkah strategis yang dilakukan Bea Cukai Bontang dan Bea Cukai Tanjungpandan di masing-masing wilayah.
“Bea Cukai tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum lainnya sangat penting untuk memastikan arus barang berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, dalam Rapat Satuan Tugas Pencegahan Ekspor dan Impor Ilegal yang digelar bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang belum lama ini.
Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Bontang telah melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dengan total penegahan mencapai 181.920 batang sigaret jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Pengawasan tersebut tidak semata berorientasi pada penindakan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap industri dalam negeri.
“Pengawasan yang efektif akan menciptakan persaingan usaha yang adil dan berdampak langsung pada keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Budi.
Sementara itu, di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Bea Cukai Tanjungpandan perkuat sinergi bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0414/Belitung di awal 2026. Melalui Program Tanjung Tinggi (datang berkunjung tingkatkan sinergi), Bea Cukai Tanjungpandan melakukan kunjungan resmi sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama antara Bea Cukai dan TNI Angkatan Darat (21/1/2026).
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan pengawasan peredaran barang ilegal, khususnya barang kena cukai ilegal. Sinergi ini diwujudkan melalui patroli bersama, operasi pasar gabungan, serta pertukaran data dan informasi. Langkah ini terbukti efektif, seperti yang telah dilakukan sepanjang 2025 melalui kegiatan ‘Gempur Rokok Ilegal’ di Kabupaten Belitung.
“Dengan sinergi yang berkelanjutan, kami optimistis dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang tertib, aman, dan mendukung penerimaan negara serta pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Budi. (ipo)









