INDOPOSCO.ID – Gempa bumi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebabkan Sesar Opak. Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam akun X-nya, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, Sesar Opak merupakan salah satu struktur geologi aktif yang berada di wilayah DIY. Dan terletak di sekitar aliran Sungai Opak dan membentang dari wilayah Prambanan hingga kawasan pesisir selatan DIY.
“Secara geografis, zona sesar ini mengikuti alur Sungai Opak dengan panjang sekitar 2,5 kilometer,” terangnya.
“Jalurnya dimulai dari kawasan Prambanan, Kabupaten Sleman, lalu memanjang ke arah selatan hingga berakhir di wilayah barat Parangtritis, tepatnya di sekitar Pantai Depok, Kabupaten Bantul,” sambungnya.
Menurutnya, BMKG mencatat arah Sesar Opak berorientasi timur laut-barat daya dengan jurus sekitar Utara 235 derajat dan Timur 80 derajat.
“Pergerakan sesar ini ditandai dengan pergeseran blok batuan, di mana blok bagian timur bergerak ke arah utara, sementara blok batuan di sisi barat bergeser ke arah selatan,” ungkapnya.
Sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15 WIB.
Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi (Episenter) berpusat di lokasi darat, pada jarak 16 kilometer pada kedalaman hiposenter 11 kilometer.
Getaran gempa dirasakan (skala MMI) III Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten, II Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang. (nas)










