INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Kevin Wu menyoroti kinerja rumah pompa sebagai salah satu faktor yang membuat banjir di wilayah Jakarta Barat berlangsung lama.
“Hasil peninjauannya menunjukkan bahwa kapasitas pompa yang terbatas, ditambah kerusakan pada komponen penyaring, berpengaruh langsung terhadap lambatnya proses surut air,” katanya kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, saat mengecek langsung rumah pompa di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat Jakarta menilai bahwa sejumlah mesin sebenarnya telah beroperasi sesuai fungsi.
Namun, kemampuan sedot air yang tersedia belum cukup untuk mengimbangi volume genangan di lapangan.
Ia memaparkan, di beberapa titik seperti Jelambar Baru dan Wijaya Kusuma, masing-masing terdapat tiga unit pompa dengan total kapasitas sekitar 2.500 liter per detik.
“Sementara itu, rumah pompa Tanjung Duren Utara memiliki daya tampung hampir 10.000 liter per detik. Meski demikian, genangan air masih bertahan selama berjam-jam,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh. Jika seluruh pompa telah bekerja maksimal namun banjir tetap tak kunjung surut, maka penambahan kapasitas menjadi opsi yang tak terhindarkan.
Sebagai langkah cepat, ia mengusulkan pengadaan pompa portabel tambahan dengan kapasitas sekitar 250 liter per detik untuk menopang lokasi-lokasi yang sudah berada pada batas kemampuan sistem eksisting.
Dalam kunjungannya, Kevin juga menemukan adanya kerusakan pada penyaring pompa.
“Screen yang terlepas dan tersumbat sampah keras menyebabkan aliran air terganggu, bahkan sempat membuat mesin berhenti bekerja,” ucapnya.
Legislator Fraksi PSI itu menegaskan bahwa fungsi penyaring sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan operasional pompa.
Karena itu, Kevin meminta kontraktor segera menuntaskan perbaikan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih membayangi Jakarta dalam beberapa hari ke depan.
Kevin turut menyinggung komitmen Gubernur DKI Jakarta yang menargetkan penanganan banjir dapat dilakukan dalam waktu satu hingga satu setengah jam.
Ia menilai capaian di lapangan saat ini masih belum sejalan dengan target tersebut.
Meski demikian, Kevin menyatakan apresiasi terhadap kondisi fisik rumah pompa yang telah beroperasi sejak 2002 dan dinilai masih terawat.
Ia juga menilai koordinasi antara petugas, aparat wilayah, dan masyarakat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih merendam ratusan wilayah permukiman.
Hingga Jumat petang pukul 18.00 WIB, sebanyak 126 RT di lima wilayah kota administrasi Jakarta masih terdampak genangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyebutkan, titik terdalam banjir mencapai lebih dari satu meter, terutama di Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya, Jakarta Barat.
Selain permukiman, genangan juga masih terjadi di 18 ruas jalan dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 75 sentimeter. (fer)




















