• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pengamat Ungkap Alasan KPR Syariah Tetap Tumbuh di Tengah Pelemahan Daya Beli

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 22 Januari 2026 - 18:08
in Ekonomi
kpr

Ilustrasi - Kawasan perumahan di kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Pengamat menilai kepastian margin dan transparansi akad membuat KPR syariah semakin diminati masyarakat. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasar properti 2025 berjalan seperti mobil di jalur lambat. Beragam stimulus telah dilepas, suku bunga acuan pun diturunkan, namun laju kredit pemilikan rumah (KPR) tak kunjung menunjukkan akselerasi berarti. Daya beli yang melemah menjadi rem utama, membuat banyak calon pembeli memilih menunda keputusan besar, membeli rumah.

Di tengah situasi itu, sektor perbankan syariah justru bergerak ke arah sebaliknya.

BacaJuga:

Dari Perut Bumi ke Ujung Rantai Industri: Menjemput Kedaulatan Tembaga Indonesia

Rupiah Tertekan 5 Hari Beruntun, Sentimen The Fed Jadi Biang Keladi

RISE TO IPO 2026, Strategi Kementerian UMKM Perluas Akses Pendanaan Usaha Menengah

Data sementara Bank Indonesia (BI) mencatat, sepanjang 11 bulan pertama 2025, KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 6,9 persen secara tahunan. Angka ini memang masih di bawah pertumbuhan kredit konstruksi yang mencapai 8,1 persen dan kredit real estate sebesar 8,2 persen. Namun, di saat KPR konvensional cenderung melambat, pembiayaan berbasis syariah mampu menjaga ritme pertumbuhan.

Pengamat ekonomi syariah sekaligus Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai ada faktor psikologis dan struktural yang membuat KPR syariah lebih tahan guncangan.

“Kepastian margin menjadi daya tarik utama. Nasabah bisa menyusun arus kas jangka panjang tanpa dihantui perubahan cicilan akibat naik-turunnya suku bunga,” kata Emir melalui gawai, Kamis (22/1/2026).

Berbeda dengan skema konvensional yang umumnya menerapkan bunga mengambang setelah masa promo berakhir, produk KPR syariah menawarkan cicilan tetap hingga tenor selesai. Bagi masyarakat yang sensitif terhadap ketidakpastian ekonomi, stabilitas ini menjadi nilai jual yang sulit ditandingi.

Tak hanya soal angka cicilan, Emir menambahkan bahwa transparansi juga memainkan peran penting.

“Dalam akad syariah, harga perolehan rumah, margin bank, biaya-biaya, sampai mekanisme perpindahan kepemilikan dijelaskan secara rinci sejak awal. Ini memberi rasa keadilan dan mengurangi kekhawatiran akan biaya tersembunyi,” ujar Emir.

Kombinasi kepastian dan keterbukaan itu perlahan mengubah preferensi konsumen, terutama di kalangan keluarga muda dan pembeli rumah pertama yang menginginkan perencanaan keuangan lebih terkontrol.

Melihat tren tersebut, KNEKS cukup optimistis menatap tahun depan. Emir memproyeksikan pembiayaan KPR syariah berpeluang mencetak pertumbuhan dua digit pada 2026, dengan catatan stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Optimisme itu ditopang oleh sejumlah katalis, kelanjutan program perumahan rakyat dari pemerintah, dukungan regulasi dan penguatan ekosistem pembiayaan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta inovasi produk dan digitalisasi layanan yang agresif dilakukan bank-bank syariah.

“Kalau akses makin luas, produk makin relevan, dan proses makin mudah, segmen milenial dan keluarga muda akan menjadi mesin pertumbuhan berikutnya,” tambah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) itu.

Ke depan, KPR syariah tampaknya tidak akan menggantikan peran KPR konvensional, melainkan berjalan berdampingan. Keduanya saling melengkapi, mengisi kebutuhan pasar yang semakin beragam. (her)

Tags: KPRKPR SyariahPengamat Ekonomi SyariahSutan Emir Hidayat

Berita Terkait.

Dari Perut Bumi ke Ujung Rantai Industri: Menjemput Kedaulatan Tembaga Indonesia
Ekonomi

Dari Perut Bumi ke Ujung Rantai Industri: Menjemput Kedaulatan Tembaga Indonesia

Kamis, 17 September 2026 - 22:12
uang
Ekonomi

Rupiah Tertekan 5 Hari Beruntun, Sentimen The Fed Jadi Biang Keladi

Kamis, 17 September 2026 - 21:11
rise
Ekonomi

RISE TO IPO 2026, Strategi Kementerian UMKM Perluas Akses Pendanaan Usaha Menengah

Kamis, 17 September 2026 - 17:17
PLTU
Ekonomi

PLN EPI Pastikan Kesiapan Batu Bara dan Biomassa untuk PLTU Bolok

Kamis, 17 September 2026 - 11:43
Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah
Ekonomi

Purbayanomics dan Akhir Sebuah Eksperimen Fiskal: Refleksi Ekonomi Syariah atas Keberanian, Batas, dan Amanah Anggaran

Rabu, 16 September 2026 - 23:03
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa: Pajak, Restitusi, dan TKD Jadi Perhatian
Ekonomi

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Rabu, 16 September 2026 - 20:26

OLAHRAGA

bc
Olahraga

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Editor Dilianto
Kamis, 17 September 2026 - 18:08

INDOPOSCO.ID - Bea Cukai Tanjung Priok memberikan dukungan pelayanan kepabeanan terhadap Indonesia Cross Country Rally Team yang mengikuti ajang Asia...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    4735 shares
    Share 1894 Tweet 1184
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1233 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.