INDOPOSCO.ID – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, menegaskan bahwa peran strategis penyuluh KB dan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki peran strategis dalam mendampingi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD (MBG 3B).
Penegasan itu disampaikan Rezky Purwanto pada rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan distribusi MBG 3B. Kegiatan yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Selasa (20/01/2026), diikuti seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) se-Provinsi Sulawesi Barat.
Rakor ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kesiapan dan keseragaman pelaksanaan MBG 3B di lapangan. Program MBG 3B sendiri mulai berjalan di 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat. Dengan cakupan wilayah yang luas tersebut, diperlukan intervensi dan koordinasi yang matang, khususnya terkait standar distribusi agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Rezky Murwanto juga mengingatkan para petugas lapangan agar pengukuran dan pencatatan tumbuh kembang sasaran MBG 3B, terutama anak, tetap dilakukan secara rutin dan akurat. “Apabila hasil pengukuran anak tidak menunjukkan perkembangan yang sesuai dan terindikasi stunting, segera lakukan rujukan ke Pos Penanganan Rujukan Stunting di RSUD Mamuju yang telah diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Barat,” tegas Rezky Murwanto.
Sementara itu, dalam paparan bertajuk “Standarisasi Tata Cara Distribusi Makanan Bergizi Gratis untuk Kader Pendamping”, Ketua Tim Kerja Peran Serta Masyarakat, Dan Sumarno, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar distribusi MBG. Ia menyinggung adanya kasus-kasus keracunan makanan bergizi gratis yang terjadi di lapangan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan berbagai potensi kendala dalam pelaksanaan MBG 3B dapat diminimalisir. Salah satu upaya yang ditekankan adalah pelatihan bagi kader pendamping terkait standarisasi tata cara distribusi, mulai dari penanganan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada sasaran. (ney)





















