• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Menjaga Tradisi Mudik di Kepulauan Maluku

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 16 Maret 2026 - 03:27
in Nusantara
Pemudik

Antusiasme penumpang pada arus mudik Idul Fitri 2026 (ANTARA/Dedy Azis)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menjelang Idul Fitri, suasana di pelabuhan-pelabuhan di Maluku hampir selalu berubah menjadi lebih sibuk dari hari-hari biasa.

Ribuan warga dengan tas besar, kardus berisi oleh-oleh hingga keranjang kebutuhan pokok terlihat memadati dermaga untuk menunggu keberangkatan kapal menuju pulau asal mereka.

BacaJuga:

PHM Gelar SHU Ecovation Day, Bantu Anak di Delta Mahakam Jaga Kesehatan Mata

Transportasi NTT Diguncang Gempa, Menhub: Pelabuhan dan Bandara Terdampak

Pasca-Gempa M 7,7 NTT: Jalan Macet dan Listrik Padam, BNPB Kirim Helikopter

Kondisi tersebut menjadi gambaran khas tradisi mudik di provinsi kepulauan itu, di mana perjalanan pulang kampung tidak ditempuh melalui jalan tol atau jalur darat, melainkan melalui laut yang membentang luas di antara ribuan pulau yang membentuk wilayah Maluku.

Transportasi laut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat karena sebagian besar wilayah Maluku terdiri atas pulau-pulau yang terpisah oleh jarak laut. Kapal penumpang, kapal perintis, hingga kapal cepat menjadi sarana utama yang menghubungkan kota dengan desa-desa pesisir.

Di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, misalnya, aktivitas mudik mulai terasa sejak pagi hari ketika calon penumpang dari berbagai latar belakang mulai dari pekerja, mahasiswa hingga pedagang datang lebih awal untuk memastikan mereka mendapatkan tempat di kapal yang akan berlayar menuju pulau tujuan.

Bagi sebagian pemudik, perjalanan pulang kampung di Maluku tidak selalu sederhana. Banyak dari mereka harus menempuh perjalanan berlapis.

Setelah menyeberang menggunakan kapal besar dari Ambon, sebagian warga masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan kapal kayu, perahu motor, atau speedboat untuk mencapai desa yang berada di pulau-pulau kecil.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari pengalaman mudik masyarakat kepulauan. Di geladak kapal, para penumpang sering menghabiskan waktu dengan berbincang, berbagi makanan, hingga menikmati panorama laut yang mengiringi perjalanan menuju kampung halaman.

Namun perjalanan laut juga tidak selalu mudah. Dalam beberapa tahun terakhir, cuaca di perairan Maluku kerap berubah secara tiba-tiba. Angin kencang, gelombang tinggi, hingga hujan lebat kerap menjadi tantangan bagi kapal yang berlayar antarpulau. Kondisi ini membuat sebagian perjalanan terkadang harus ditunda atau berlangsung lebih lama dari jadwal yang direncanakan.

Bagi para pemudik, situasi tersebut menjadi bagian dari risiko perjalanan laut yang sudah lama mereka pahami. Tidak jarang para penumpang harus menunggu berjam-jam di pelabuhan ketika kapal menunda keberangkatan demi keselamatan pelayaran.

Kampong game-game

Maluku memiliki istilah lokal “Kampong game-game” yang bermakna kerinduan akan kampung halaman. Bagi banyak orang dari pulau-pulau di Maluku yang merantau ke kota seperti Ambon maupun ke luar daerah, kampong game-game menjadi simbol tempat asal-usul keluarga.

Di sanalah akar kekerabatan, marga, dan ikatan adat tetap hidup dan terpelihara. Karena itu, setiap menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, tradisi mudik di wilayah kepulauan Maluku kerap dimaknai sebagai perjalanan pulang ke kampong game-game, yakni kembali ke negeri asal untuk bertemu keluarga besar dan merayakan kebersamaan.

Jarak dan waktu tempuh tidak mengurangi kerinduan untuk kembali ke negeri asal, bertemu keluarga besar, serta merayakan hari raya bersama dalam suasana kebersamaan yang khas masyarakat kepulauan.

Di tengah tradisi tersebut, operator transportasi laut juga mencatat peningkatan jumlah penumpang setiap menjelang Lebaran. PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Ambon memperkirakan lonjakan penumpang kapal pada musim mudik Idul Fitri 2026 seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang ingin pulang ke daerah asal di berbagai pulau di Maluku dan wilayah Indonesia timur.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ambon melakukan berbagai langkah pengawasan keselamatan pelayaran, termasuk pemeriksaan kelayakan kapal dan kesiapan armada, mengingat transportasi laut merupakan moda utama yang menopang arus mudik di wilayah kepulauan.

Pemerintah daerah

Pemerintah daerah juga berupaya memperluas akses transportasi bagi masyarakat dengan menghadirkan program mudik gratis melalui jalur laut. Pemerintah Provinsi Maluku menyediakan sekitar 14.000 tiket kapal gratis untuk masyarakat pada mudik Idul Fitri 2026, meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 10.600 tiket.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa penyediaan tiket mudik gratis tersebut bertujuan membantu masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga, sekaligus memperkuat akses transportasi bagi warga di wilayah kepulauan.

Ia menilai peningkatan kuota tiket tersebut sebagai bukti bahwa pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku, terutama bagi mereka yang harus menempuh perjalanan laut yang panjang untuk pulang ke desa asal.

Dalam pelepasan peserta mudik kapal di Ambon, Gubernur juga menyampaikan harapan agar seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat hingga tiba di tujuan serta dapat berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.

Bagi masyarakat Maluku, perjalanan laut tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang membawa kerinduan untuk kembali ke rumah, bertemu orang tua, saudara, dan kerabat yang telah lama ditinggalkan karena merantau.

Di sisi lain, musim mudik juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Aktivitas di sekitar pelabuhan meningkat, mulai dari pedagang makanan, jasa transportasi lokal hingga penginapan sederhana yang dipadati oleh penumpang yang menunggu keberangkatan kapal.

Di tengah bentangan laut yang luas dan jarak antarpulau yang tidak dekat, mudik di Maluku tetap bertahan sebagai tradisi yang terus dijaga. Kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan bukan hanya mengangkut penumpang, tetapi juga membawa cerita tentang perjalanan panjang menuju rumah sebuah perjalanan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kepulauan dari generasi ke generasi. (bro)

Tags: idul fitriKepulauan Malukumudiktradisi

Berita Terkait.

SHU-Ecovation-Day
Nusantara

PHM Gelar SHU Ecovation Day, Bantu Anak di Delta Mahakam Jaga Kesehatan Mata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:07
Petugas
Nusantara

Transportasi NTT Diguncang Gempa, Menhub: Pelabuhan dan Bandara Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:35
Warga
Nusantara

Pasca-Gempa M 7,7 NTT: Jalan Macet dan Listrik Padam, BNPB Kirim Helikopter

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25
Petugas-BNPB
Nusantara

BNPB Ralat Data Korban Gempa NTT: Meninggal Dunia 1 Orang, 4 Luka-luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:04
Gempa
Nusantara

Gempa M 7 Guncang NTT, 2 Ribu Warga Nagekeo Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02
Seismograf
Nusantara

Kondisi Muka Laut Aman, Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa NTT Berakhir

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:01

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3743 shares
    Share 1497 Tweet 936
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.