INDOPOSCO.ID – Anggota Brimob Polda Aceh Muhammad Rio diputuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) usai menjalani sidang etik. Ia terbukti melakukan desersi demi bergabung menjadi tentara bayaran di Rusia.
Pengamat Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta menengarai, dorongan yang bersangkutan menjadi tentara bayaran di Rusia karena faktor ekonomi yang memaksanya mengambil risiko tinggi.
“Karena ini tentara bayaran maka yang bergabung motif utamanya adalah bayarannya, motif ekonomi,” kata Stanislaus Riyanta kepada INDPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Ia meminta agar satuan asal anggota tersebut segera melakukan pembenahan melalui integrasi untuk menutup celah terjadinya pelanggaran serupa. Mengingat seriusnya pelanggaran berupa disersi menjadi tentara di negara lain.
“Tentu saja ini pelanggaran serius, pelanggaran berat melakukan disersi dan bergabung dengan pasukan perang negara lain. Sebaiknya satuan anggota tersebut segera melakukan konsilidasi agar tidak terjadi lagi,” ujar Stanislaus Riyanta.
Menurutnya, proses menjadi tentara bayaran yang meliputi registrasi hingga pemberangkatan seharusnya dapat terdeteksi lebih dulu oleh satuan yang peka karena memakan waktu tidak sebentar.
“Proses menjadi tentara bayaran perlu waktu, mulai dari registrasi, seleksi verifikasi hingga pemberangkatan, nah di waktu-waktu ini biasanya yang bersangkutan bisa terdeteksi, jika satuannya peka,” tutur Stanislaus Riyanta.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyatakan, Bripda Muhammad Rio tidak begitu saja meninggalkan tugas demi bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Awal mulanya, Bripda Muhammad Rio telah memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri hingga disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) atas kasus perselingkuhan hingga menikah siri.
“Putusannya saat itu sanksi administratif berupa mutasi demosi selama 2 tahun dan penempatan di pelayanan markas atau yanma Brimob. Putusan melalui sidang KKEP tertanggal 14 Mei 2025,” jelas Joko Krisdiyanto terpisah dalam keterangannya, siang tadi.
Pada 7 Januari 2026, Bripda Muhammad Rio mengirimkan dokumentasi foto dan video kepada pejabat utama Satbrimob Polda Aceh yang menunjukkan dirinya telah bergabung dengan tentara bayaran Rusia. (dan)




















