INDOPOSCO.ID – Komitmen mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri. Bayer menunjukkan peran aktif tersebut dengan meningkatkan kapabilitas fasilitas produksi dan riset di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Melalui investasi sebesar 5 juta euro atau sekitar Rp99 miliar, Bayer meningkatkan lini manufaktur Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) sekaligus memperkuat pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Langkah ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar global, sejalan dengan agenda kesehatan nasional.
Peresmian fasilitas tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Dr. Ralf Beste, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta jajaran manajemen Bayer.
Dengan peningkatan fasilitas ini, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis kini memiliki kapasitas produksi hingga 2,4 miliar tablet per tahun untuk pasar domestik dan global. Khusus produk MMS, kapasitas produksinya mencapai 1,2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister. Produk ini diproduksi mengikuti standar formulasi UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.
Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas produksi tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Bayer di Indonesia.
“Melalui peningkatan fasilitas manufaktur dan investasi berkelanjutan di Cimanggis, kami ingin memastikan ketersediaan suplementasi mikronutrien yang berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting,” ujar Priscilla.
Ia menambahkan, optimalisasi fasilitas produksi juga berdampak pada peningkatan efisiensi serta ketahanan rantai pasok. “Dengan dukungan talenta lokal dan penerapan standar kualitas global Bayer, pabrik Cimanggis tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada pasokan produk kesehatan ke berbagai negara,” lanjutnya.
Selain penguatan manufaktur, Bayer turut meningkatkan kapabilitas pusat R&D di Cimanggis melalui investasi sebesar 3,6 juta euro. Fasilitas ini berfokus pada peningkatan kualitas produk, pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas guna memastikan produk tetap aman dan efektif di berbagai kondisi iklim.
Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu hub manufaktur Bayer di kawasan Asia-Pasifik yang memasok produk ke Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Seluruh operasionalnya dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia dengan penerapan standar keselamatan dan kualitas global.
Melalui langkah ini, Bayer menegaskan perannya dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional, sejalan dengan misi perusahaan “Health for All, Hunger for None”, serta mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (eva)




















