INDOPOSCO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan bibit Siklon Tropis 96S di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdampak tidak langsung terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali hingga Jumat (16/1/2026).
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengatakan bibit siklon tersebut mulai terpantau pada 14 Januari 2026 pukul 14.00 WITA berdasarkan data Direktorat Meteorologi Publik BMKG.
“Berdasarkan pemantauan Pusat Peringatan Siklon Tropis (TCWC) Jakarta, pusat sirkulasi bibit Siklon Tropis 96S pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB berada di Samudera Hindia sebelah selatan NTB,” ujar Cahyo di Denpasar, Kamis.
BMKG mencatat kecepatan angin maksimum bibit siklon tersebut mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum sekitar 1.002 hektopascal (hPa).
Meski memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan, keberadaan bibit Siklon Tropis 96S tetap menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia, termasuk Bali.
BMKG memperkirakan potensi dampak tersebut berlangsung hingga Jumat (16/1) pukul 08.00 WITA. Dampak yang diwaspadai antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Bali.
Selain itu, potensi gelombang laut tinggi hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Selat Lombok dan Selat Bali. Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian hingga empat meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain bibit Siklon Tropis 96S, BMKG juga mendeteksi keberadaan bibit Siklon Tropis 91W yang terpantau di wilayah Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara dan terus dipantau perkembangannya. (dil)










