INDOPOSCO.ID – Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menggelar kegiatan Kaleidoskop Energi: Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026 sebagai forum dialog strategis untuk mencermati dinamika sektor energi nasional dan global sepanjang 2025 sekaligus membahas arah kebijakan energi Indonesia pada 2026.
Ketua Umum PYC, Dr Filda C Yusgiantoro, menilai bahwa sektor energi pada 2025 dihadapkan pada dinamika yang semakin kompleks, terutama akibat perkembangan geopolitik global. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut evaluasi kebijakan yang lebih mendalam agar ketahanan energi nasional dapat diperkuat.
“Kondisi energi sangat dinamis dan dipengaruhi geopolitik global, sehingga kebijakan yang sudah ada perlu dikaji kembali untuk memperkuat ketahanan energi di 2026,” ujarnya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan bahwa kebijakan energi harus diiringi dengan implementasi yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Implementasi kebijakan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini belum memperoleh akses energi secara optimal,” kata Filda.
Selain itu, penyiapan sumber daya manusia dinilai penting dalam menghadapi transisi energi menuju target net zero emission.
Terkait kebijakan subsidi, Filda menegaskan perlunya keseimbangan antara upaya mengurangi beban APBN dan menjaga perlindungan masyarakat. Menurutnya, keseimbangan antara sisi pasokan dan permintaan menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan subsidi energi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global. “Ketahanan energi harus dijaga melalui kebijakan yang terintegrasi dan sinergi antar sektor, terutama di tengah tantangan transisi energi dan dinamika geopolitik global,” ujar Dadan.
Ia juga menyampaikan bahwa indeks ketahanan energi Indonesia menunjukkan tren positif. “Saat ini indeks ketahanan energi kita berada di angka 7 dan ditargetkan meningkat menjadi 8 dalam lima tahun ke depan, yang berarti sangat tahan,” katanya.
Forum Kaleidoskop Energi PYC juga dirangkaikan dengan pemaparan Outlook Energi Nasional 2026 oleh DEN serta tanggapan dari perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Pertamina Energy Institute. Diskusi ini menegaskan pentingnya pendekatan energi yang inklusif dan adaptif guna memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. (eva)










