INDOPOSCO.ID – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun 2026, Perumda Dharma Jaya menyiapkan langkah impor sapi hidup guna memastikan ketersediaan daging bagi masyarakat.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan rencana impor tersebut masih menunggu terbitnya persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan.
Rekomendasi impor telah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas, sementara proses administrasi di tingkat kementerian masih berjalan.
“Kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Harapannya izin bisa keluar pada akhir Januari, sehingga proses pengadaan bisa segera dimulai,” ujar Raditya, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, izin impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan persetujuan tahun sebelumnya.
Jika seluruh perizinan rampung sesuai jadwal pembelian sapi ditargetkan berlangsung pada Februari, dengan estimasi kedatangan dua hingga tiga minggu setelah transaksi.
Raditya menyampaikan, proses impor akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas kandang yang tersedia.
Saat ini, kandang milik Perumda Dharma Jaya di Serang hanya mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi.
“Dari total 7.500 ekor yang direncanakan, tahap awal kemungkinan hanya sekitar 750 ekor yang didatangkan,” katanya.
Untuk mendukung rencana tersebut, Perumda Dharma Jaya tengah mencari lokasi baru guna memperluas kapasitas kandang hingga sekitar 1.000 ekor sapi.
Menurut Raditya, kandang di Serang tidak dapat dikembangkan lebih lanjut karena kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai wilayah agrowisata.
Ia menambahkan, pembelian sapi impor akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Saat ini, stok sapi Perumda Dharma Jaya hampir sepenuhnya terserap pasar.
“Stok kami sebelumnya habis. Saat ini tersisa sekitar 400 ekor dan itu pun sudah dipesan untuk kebutuhan menjelang bulan puasa,” jelasnya.
“Permintaan sapi berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Serang, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat,” tambahnya.
Raditya menyebut, sebagian pedagang memilih sapi impor karena mempertimbangkan faktor genetik dan kualitas yang dinilai berbeda dibandingkan sapi lokal.
“Melalui impor bertahap dan penguatan infrastruktur kandang, kami berupaya menjaga ketahanan pangan daerah dan memastikan ketersediaan daging sapi yang aman, terjangkau, serta berkelanjutan bagi masyarakat,” ucapnya. (fer)










