INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pendidikan.
“Cara berpikir tentang bernegara, cara berpikir tentang pembangunan yang konvensional, yang normatif adalah membangun pertumbuhan,” tegas Prabowo dalam keterangan, Selasa (13/1/2026).
Presiden menegaskan, bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan semata, tanpa memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh masyarakat.
Prabowo menyampaikan target pengembangan Sekolah Rakyat mencapai 500 sekolah. Tiap sekolah nantinya menyasar sebanyak 1.000 murid. Presiden mengakui bahwa upaya mencapai target tersebut masih memerlukan kerja keras dan kolaborasi berkelanjutan.
“Pemerintah bersama seluruh kabinet, berkomitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan ekosistem pendidikan nasional yang inklusif dan berdampak nyata.
“Kehadiran Sekolah Rakyat dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.
Brian menuturkan akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua sekolah rakyat. Kampus hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat siswa sekolah rakyat.
“Pendampingan dan pembinaan oleh kampus akan memastikan siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh,” terangnya.
“Dukungan kami lainnya membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik perguruan tinggi,” imbuhnya. (nas)




















