INDOPOSCO.ID – Di tengah lalu lintas perdagangan global yang semakin padat dan serba cepat, satu perubahan besar sedang berlangsung secara diam-diam, yakni cara dunia membayar dan menagih dalam transaksi lintas negara tak lagi sama seperti dulu.
Metode Letter of Credit (LC) yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung transaksi internasional kini perlahan tergeser oleh skema non-LC. Pergeseran ini bukan tanpa sebab. Digitalisasi yang merambah hampir seluruh lini bisnis telah mengubah cara eksportir dan importir bertukar dokumen, memverifikasi transaksi, hingga memantau jadwal pembayaran.
Executive Vice President Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Suharyanto, mengungkapkan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari transformasi struktural dalam perdagangan internasional.
“Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional (fisik) melalui kurir, mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
“Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah dokumen-dokumen antara lain dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan approval hingga memantau payment schedule. Dengan demikian arus transaksi akan semakin efisien, cepat, dan aman,” sambungnya.
Menurutnya, perubahan ini menuntut kesiapan pelaku usaha untuk beradaptasi, baik dari sisi teknologi, manajemen risiko, maupun pemilihan instrumen keuangan yang tepat. Tanpa perlindungan yang memadai, transaksi non-LC justru dapat membuka celah risiko gagal bayar, terutama dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Untuk menjawab tantangan tersebut, LPEI menyiapkan berbagai instrumen perlindungan bagi eksportir. Salah satunya melalui Trade Credit Insurance (TCI) yang memberikan proteksi terhadap risiko gagal bayar akibat faktor komersial maupun politik, dengan nilai ganti rugi hingga 90 persen. Selain itu, tersedia pula Marine Cargo Insurance guna melindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman.
Tak hanya menyasar pelaku usaha, LPEI dalam kapasitasnya sebagai Eximbank sekaligus Export Credit Agency (ECA) Republik Indonesia juga memperkuat perannya di sektor perbankan. Melalui produk Penjaminan Kredit, LPEI menawarkan solusi terintegrasi yang dirancang untuk mendorong pembiayaan ekspor sekaligus menjaga profil risiko bank tetap terkendali.
Dengan status sovereign yang dimiliki, penjaminan kredit LPEI memperoleh perlakuan khusus dalam perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), yakni pada kisaran 0–20 persen. Konsekuensinya, kapasitas pembiayaan bank dapat meningkat tanpa harus dibebani lonjakan risiko yang signifikan. Bahkan, melalui fitur tertentu yang sesuai ketentuan regulator, bank berpeluang memperoleh pembebasan perhitungan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit), sehingga ruang ekspansi kredit menjadi lebih longgar namun tetap sehat.
Selain itu, LPEI juga menyediakan produk Guarantee yang dapat digunakan dalam transaksi ekspor maupun perdagangan internasional. Skema ini mengacu pada berbagai regulasi dan praktik yang lazim digunakan, seperti URDG, ISP98, UCP600, KUHPerdata, maupun hukum negara lain sesuai kesepakatan para pihak.
Bagi Suharyanto, kombinasi instrumen pembiayaan, asuransi, dan penjaminan merupakan fondasi penting agar perbankan nasional tidak hanya menjadi penonton dalam arus perdagangan global, tetapi tampil sebagai motor penggerak ekspor Indonesia.
“Kombinasi produk dalam struktur fasilitas yang solutif menjadikan penjaminan LPEI sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspor,” kata Suharyanto.
Ketika dokumen kini berpindah lewat jaringan digital dan pembayaran dapat dipantau hanya melalui layar, arah masa depan perdagangan internasional tampak semakin jelas: lebih cepat, lebih efisien, dan menuntut kecerdasan dalam mengelola risiko, sebuah babak baru yang menunggu untuk dimenangkan oleh mereka yang siap beradaptasi. (her)




















