• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Metode Pembayaran Global Bergeser, Pelaku Usaha Diminta Adaptif

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 12 Januari 2026 - 20:02
in Ekonomi
kapal

Ilustrasi - Aktivitas pengiriman barang lintas negara menjadi bagian dari transformasi perdagangan internasional yang kini semakin mengandalkan sistem digital dan transaksi non-LC. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah lalu lintas perdagangan global yang semakin padat dan serba cepat, satu perubahan besar sedang berlangsung secara diam-diam, yakni cara dunia membayar dan menagih dalam transaksi lintas negara tak lagi sama seperti dulu.

Metode Letter of Credit (LC) yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung transaksi internasional kini perlahan tergeser oleh skema non-LC. Pergeseran ini bukan tanpa sebab. Digitalisasi yang merambah hampir seluruh lini bisnis telah mengubah cara eksportir dan importir bertukar dokumen, memverifikasi transaksi, hingga memantau jadwal pembayaran.

BacaJuga:

Jaga Keberlangsungan Koperasi, Wamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota

Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Tembus Pasar Internasional: Ekspor Raya 459 Ton Durian Beku dari Palu ke Tiongkok

Executive Vice President Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Suharyanto, mengungkapkan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari transformasi struktural dalam perdagangan internasional.

“Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional (fisik) melalui kurir, mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

“Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah dokumen-dokumen antara lain dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan approval hingga memantau payment schedule. Dengan demikian arus transaksi akan semakin efisien, cepat, dan aman,” sambungnya.

Menurutnya, perubahan ini menuntut kesiapan pelaku usaha untuk beradaptasi, baik dari sisi teknologi, manajemen risiko, maupun pemilihan instrumen keuangan yang tepat. Tanpa perlindungan yang memadai, transaksi non-LC justru dapat membuka celah risiko gagal bayar, terutama dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Untuk menjawab tantangan tersebut, LPEI menyiapkan berbagai instrumen perlindungan bagi eksportir. Salah satunya melalui Trade Credit Insurance (TCI) yang memberikan proteksi terhadap risiko gagal bayar akibat faktor komersial maupun politik, dengan nilai ganti rugi hingga 90 persen. Selain itu, tersedia pula Marine Cargo Insurance guna melindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman.

Tak hanya menyasar pelaku usaha, LPEI dalam kapasitasnya sebagai Eximbank sekaligus Export Credit Agency (ECA) Republik Indonesia juga memperkuat perannya di sektor perbankan. Melalui produk Penjaminan Kredit, LPEI menawarkan solusi terintegrasi yang dirancang untuk mendorong pembiayaan ekspor sekaligus menjaga profil risiko bank tetap terkendali.

Dengan status sovereign yang dimiliki, penjaminan kredit LPEI memperoleh perlakuan khusus dalam perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), yakni pada kisaran 0–20 persen. Konsekuensinya, kapasitas pembiayaan bank dapat meningkat tanpa harus dibebani lonjakan risiko yang signifikan. Bahkan, melalui fitur tertentu yang sesuai ketentuan regulator, bank berpeluang memperoleh pembebasan perhitungan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit), sehingga ruang ekspansi kredit menjadi lebih longgar namun tetap sehat.

Selain itu, LPEI juga menyediakan produk Guarantee yang dapat digunakan dalam transaksi ekspor maupun perdagangan internasional. Skema ini mengacu pada berbagai regulasi dan praktik yang lazim digunakan, seperti URDG, ISP98, UCP600, KUHPerdata, maupun hukum negara lain sesuai kesepakatan para pihak.

Bagi Suharyanto, kombinasi instrumen pembiayaan, asuransi, dan penjaminan merupakan fondasi penting agar perbankan nasional tidak hanya menjadi penonton dalam arus perdagangan global, tetapi tampil sebagai motor penggerak ekspor Indonesia.

“Kombinasi produk dalam struktur fasilitas yang solutif menjadikan penjaminan LPEI sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspor,” kata Suharyanto.

Ketika dokumen kini berpindah lewat jaringan digital dan pembayaran dapat dipantau hanya melalui layar, arah masa depan perdagangan internasional tampak semakin jelas: lebih cepat, lebih efisien, dan menuntut kecerdasan dalam mengelola risiko, sebuah babak baru yang menunggu untuk dimenangkan oleh mereka yang siap beradaptasi. (her)

Tags: pelaku usahaPembayaran Global

Berita Terkait.

Wamenkop
Ekonomi

Jaga Keberlangsungan Koperasi, Wamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:22
Pekan-Olahraga
Ekonomi

Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:02
Durian
Ekonomi

Tembus Pasar Internasional: Ekspor Raya 459 Ton Durian Beku dari Palu ke Tiongkok

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:31
Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
Ekonomi

Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11
LeapMotor
Ekonomi

Catatkan Penjualan 71.387 Unit pada April 2026, Leapmotor Perkuat Posisi Nomor 1 Startup NEV

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:25
Tugu
Ekonomi

Tugu Insurance Tampil Resilien di Awal 2026, Ini Kuncinya

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:44

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.